Mengenal Mombie, Kurang Tidur karena Mengurus Bayi

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 17 May 2018 10:37 WIB
topik khusus rona
Mengenal Mombie, Kurang Tidur karena Mengurus Bayi
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Apakah Anda seorang ibu yang kurang tidur karena sibuk mengurus bayi? Jika ya, berarti Anda adalah mombie. 

Mombie (mom-zombie) adalah sebutan untuk para ibu yang memiliki jam tidur sangat sedikit karena harus mengurus bayinya. Akibatnya, mereka menjadi terlihat kelelahan karena harus terus terjaga, terkadang hingga lewat tengah malam, seperti zombie. 

Menurut psikolog anak dan keluarga Ayoe Sutomo, ini adalah hal yang wajar  karena umumnya dialami hampir semua ibu yang baru melahirkan.

Ia menjelaskkan bahwa bayi, terutama yang masih berusia di bawah 1 tahun, memang masih suka bangun tengah malam karena periode tidur yang masih kacau. Saat ini, ibu juga harus siaga memenuhi kebutuhan si kecil, seperti menyusui atau mengganti popok. 

"Ini akan terasa sekali dimana biasanya tidur malam tujuh jam, jadi harus bangun setiap dua jam untuk mengurus anak," paparnya saat dihubungi Medcom.id pada Rabu, 16 Mei 2018. 

Supaya tidak menjadi mombie, ia menyarankan agar ibu ikut istirahat saat si kecil terlelap. 

"Umumnya, saat anak sudah berusia di atas empat bulan, durasi tidur anak akan lebih lama, misalnya empat jam. Jadi waktu tidur untuk ibu juga lebih lama," tambahnya. 

Kurang tidur sendiri dapat memberi dampak buruk, baik secara fisik maupun psikologis. Selain membuat cepat lelah, terutama karena harus mengurus anak, waktu tidur yang tak cukup juga membuat sulit fokus. Akibatnya, mombie tak dapat mengurus bayi dengan segar dan maksimal. 

Di satu sisi, kemungkinan ibu mengalami masalah secara psikologis juga bisa muncul ketika ada yang tak beres dengan perkembangan anak maupun dirinya sendiri, seperti ASI tak mau keluar atau bayi yang terus-menerus menangis. Hal tersebut tak jarang membuat ibu menjadi tertekan. 

"Selain lelah secara fisik, timbul juga perasaan tertekan. Jadi, ibu mengalami stres ganda," simpulnya. 

Oleh karena itu, ia sangat menyarankan para ibu memenuhi kebutuhan tidur dengan memaksimalkannya saat anak tidur. 

"Ketika energi cukup, fisik menjadi lebih siap dan stres berkurang."

Selain mengurus anak, tak jarang ibu mengalami kurang tidur untuk kesenangan. Misalnya, saat si kecil tidur ibu melakukan aktivitas yang diinginkannya seperti bermain gawai, menonton TV, atau kegiatan lain; yang seharusnya bisa digunakan untuk beristirahat. 

Ayoe kurang setuju dengan kebiasaan tersebut. 

"Kalau ingin me time, saya sarankan melakukannya saat anak tidur siang saja. Jangan mengambil jatah tidur malam," ia menekankan. 

Salah satu contoh yang diambil adalah penggunaan gawai yang dapat menyebabkan otot mata menjadi segar dan menstimulasi otak agar tidak tidur. Akibatnya, saat anak sudah merasa segar, ibu malah kelelahan (terutama mata) sendiri. 

Ia menyarankan, untuk ibu yang ingin memiliki waktu untuk diri sendiri, sebaiknya membicarakan dengan pasangan atau meminta bantuan orang terdekat untuk menjaga si kecil. 

"Dukungan sosial itu penting. Misalnya, berbagi tugas dengan pasangan dalam mengurus si kecil ketika terbangun tengah malam. Pasangan bertugas mengurus bayi yang terbangun karena masalah popok, sementara ibu harus bangun ketika anak lapar untuk menyusui," pungkasnya.

Lihat video:



 


(DEV)