Benarkah Generasi Milenial Kurang Lancar dalam Berkendara?

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 21 Jun 2018 09:45 WIB
generasi milenial
Benarkah Generasi Milenial Kurang Lancar dalam Berkendara?
"Sebanyak 88 persen milenial muda setidaknya mengalami satu perilaku berisiko dalam 30 hari terakhir," ujar laporan dari AAA Foundation for Traffic Safety. (Foto: Alexandre Boucher/Unsplash.com)

Jakarta: Sebuah laporan dari AAA Foundation for Traffic Safety menyebutkan bahwa kebanyakan generasi milenial, yang berusia 19-39 tahun, kurang lancar dalam berkendara. 

"Sebanyak 88 persen milenial muda setidaknya mengalami satu perilaku berisiko dalam 30 hari terakhir, mendapatkan posisi teratas dari pengemudi terburuk di Amerika Serikat (AS)," demikian menurut laporan yang berfokus pada generasi milenial muda tersebut. 

"Perilaku berbahaya ini, yang meningkatkan risiko kecelakaan, dikarenakan mengirim pesan saat menyetir, melanggar lampu lalu lintas, dan mengebut. Temuan ini muncul karena kematian lalu lintas AS meningkat menjadi 35.092 pada tahun 2015, lebih dari 7 persen, peningkatan satu tahun terbesar dalam lima dekade."

Sayangnya, rasa bersalah karena ancaman lalu lintas yang meningkat tersebut cenderung berkurang pada generasi milenial. 


(Sebuah laporan dari AAA Foundation for Traffic Safety menyebutkan bahwa kebanyakan generasi milenial, yang berusia 19-39 tahun, kurang lancar dalam berkendara. Foto: Alejandro Salinas/Unsplash.com)

(Baca juga: Generasi Milenial Lebih Mudah Mengalami Gangguan Fisik dan Mental Dibanding Generasi Lain)

"Yang mengkhawatirkan beberapa pengemudi berusia 19-24 tahun percaya bahwa perilaku mengemudi mereka yang berbahaya dapat diterima," Dr David Yang, direktur eksekutif AAA Foundation untuk Lalu Lintas Keselamatan, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

"Sangat penting bahwa pengemudi memahami konsekuensi mematikan yang berpotensi terlibat dalam perilaku jenis ini dan bahwa mereka perlu mengubah perilaku dan sikap mereka untuk mengurangi jumlah korban jiwa yang semakin meningkat di jalan AS."

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa hampir 12 persen pengemudi usia 19-24 cenderung berkendara dengan kecepatan di atas rata-rata, dibandingkan dengan kurang dari 5 persen dari semua pengemudi. 

Di sisi lain, hanya 79 persen pengemudi berusia 25 hingga 39 tahun yang melakukan tiga hal buruk yang disebutkan sebelumnya selama periode yang disurvei.

Meskipun generasi milenial tampaknya menjadi generasi paling berbahaya di belakang kemudi, pengemudi yang lebih tua jauh dari aman. Pengemudi berusia 40 hingga 59 tahun dan berusia di atas 75 dilaporkan melakukan ketiga perilaku negatif tersebut dengan persentase di atas 60 persen. 





(TIN)