Intimasi Orang Tua dan Anak Cegah Perundungan

   •    Kamis, 10 Aug 2017 12:54 WIB
bullying
Intimasi Orang Tua dan Anak Cegah Perundungan
Ilustrasi keluarga. (Foto: MI/Bary Fathahilah)

Metrotvnews.com, Jakarta: Penanganan kasus perundungan yang banyak terjadi pada anak-anak memang menjadi tanggung jawab semua pihak. Namun, sebelum kasus terlanjur terjadi, orang tua sebagai bagian yang paling dekat dengan anak bisa melakukan pencegahan.

Umumnya, anak yang mengalami perundungan mengalami perubahan sikap seperti yang awalnya ceria berbalik menjadi pendiam dan cenderung tertutup. Kondisi inilah yang menuntut orang tua untuk selalu peka terhadap perubahan perilaku anak.

"Kalau orang tua dan anak itu intim akan terdeteksi karena perubahan perilaku sekecil mungkin akan tampak," ujar Pakar Parenting Jarot Wijanarko, dalam Selamat Pagi Indonesia, Kamis 10 Agustus 2017.

Jarot melihat, baik dari sisi pelaku maupun korban, terkadang ada beberapa pemicu dalam diri anak yang berpotensi merundung yang tidak bisa diubah. Ketika itu mulai muncul, orang tua sudah harus memikirkan bagaimana mempersenjatai anak agar tidak menjadi pelaku maupun korban perundungan.

Misalnya, anak dirundung karena fisiknya yang berbeda, atau karena dia pandai dan membuat iri sebayanya sehingga menjadi target perundungan.

Penting bagi orang tua untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada anak agar ketika mengalami perundungan tidak menyimpan kebencian yang kemudian akan dilampiaskan kepada orang lain yang dianggap lebih lemah.

Jarot mengatakan perubahan perilaku anak usai jadi korban perundungan mungkin ada. Namun yang penting bagi orang tua adalah mempersenjatai anak-anak mereka dari dalam.

Misalnya, membangun kepercayaan diri dengan menerima apapun yang mungkin secara fisik berbeda. Diingatkan bahwa meskipun mereka berbeda namun mereka spesial dan unik, serta ketika menjadi korban perundungan tanamkan pada anak bahwa sesuatu yang jahat tak harus dibalas dengan kejahatan.

"Jangan malah direndahkan, karena kalau dia kemudian berbalik menjadi pembully, bully-nya akan lebih parah. Menanamkan nilai positif seperti ini bisa memotong mata rantai kebencian mereka," jelasnya.




(MEL)