Ingin Cepat Kaya? Coba Pikir Lagi!

   •    Jumat, 21 Jul 2017 15:36 WIB
kepribadian
Ingin Cepat Kaya? Coba Pikir Lagi!
Ilustrasi. (Metrotvnews.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Setiap orang pasti ingin hidup sejahtera dan mendapatkan apa saja yang diinginkan, tak terkecuali menjadi kaya. Sayangnya, tak semua orang memahami konsep kaya. Kaya hanya diidentikkan dengan banyaknya harta.

Passion Coach Dedy Dahlan menyebut wajar jika setiap orang ingin cepat kaya. Apalagi mereka yang belum pernah merasakan sensasi menjadi kaya. Namun jika dibandingkan dengan bagus atau tidak menjadi orang kaya, maka jawabannya akan berbeda.

"Cepat kaya itu sebetulnya bagus atau tidak untuk orang itu sendiri dan lingkungannya. Karena menjadi kaya akan diiringi perubahan gaya hidup. Baik gaya hidup dia sendiri, lingkungannya, atau reaksi orang-orang terhadap dia," kata Dedy, dalam Metro Plus, Jumat 21 Juli 2017.

Menurut Dedy, yang paling penting dalam hal kaya adalah prosesnya. Orang yang kaya hasil memenangkan kuis, kekayaannya tidak akan bertahan lama. Lain hal jika kekayaan itu diperoleh dengan cara normal, bekerja misalnya. 

Ketika seseorang kaya dengan cara yang normal, kata Dedy, artinya dia melewati proses menjadi kaya itu secara alami. Proses ini akan mendidik seseorang bagaimana cara mengelola uang dan tak akan terkejut dengan perubahan di sekitar mereka.

"Jadi, kalau kita mendapatkan kekayaan dengan cepat, mungkin akan kehilangan banyak pelajaran dalam proses mencapai tujuan itu," kata Dedy. 

Dedy mengatakan paling tidak ada dua tipe orang kaya. Mereka yang bermental kaya dan memiliki mindset orang kaya. Kedua tipe ini biasanya didapatkan dari proses menuju keberhasilan kekayaan itu tadi. 

Orang yang memiliki mindset untuk kaya, biasanya kekayaan mereka akan dialokasikan ke investasi. Tipe orang seperti ini tak bisa membiarkan uang yang dibelanjakan terbuang percuma.

Mereka akan mempertimbangkan sebab akibatnya, menghitung keuntungan yang didapatkan setelahnya. Dan biasanya orang-orang seperti ini akan membelanjakan kekayaannya untuk investasi.

Lain hal dengan orang yang bermental kaya. Orang dengan tipe seperti ini biasanya hidup berkecukupan. Mereka membelanjakan uangnya untuk apa yang membuat mereka senang, apapun keadaannya.

Dedy mencontohkan orang yang bermental kaya biasanya tidak masalah ketika ada uang kembalian saat belanja diberikan kepada penjual sebagai tip, berapapun nilainya. Mereka cenderung senang lantaran tak mendapat kembalian pun masih memiliki uang.

"Dalam keadaan apapun mereka lebih bisa berbagi. Mental kaya itulah mental berbagi," katanya.




(MEL)