Bagaimana Ciri Orang yang Mengalami Kekerasan dalam Hubungan?

Raka Lestari    •    Minggu, 13 May 2018 17:16 WIB
keluarga
Bagaimana Ciri Orang yang Mengalami Kekerasan dalam Hubungan?
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Kekerasan dalam pacaran atau hubungan rumah tangga memiliki efek bagi mereka yang mengalaminya. Hal itu bisa terjadi kepada siapa saja, bahkan di lingkungan terdekat, misalnya teman atau keluarga.

Menurut Katie Hood, CEO dari One Love Foundation, sangat sulit untuk mengetahui apakah seseorang berada dalam hubungan yang tidak sehat atau mendapat kekerasan karena ada banyak korban yang justru menyembunyikannya. 

One Live Foundation mendidik anak-anak muda tentang hubungan yang sehat dan memberikan bantuan pada orang-orang yang berada dalam hubungan yang tidak sehat. Hood mengatakan bahwa orang yang berada dalam hubungan tidak sehat biasanya sering mengunggah foto ke media sosial untuk menceritakan betapa bahagianya mereka. Padahal, dalam dunia nyata sedang mengalami gejolak. 

Berikut adalah tanda-tanda jika orang terdekat Anda mengalami kekerasan dalam hubungan, dilansir dari Independent

1. Menarik diri dari teman dan keluarga

Tahap pertama dari hubungan yang kasar adalah isolasi. Anda mungkin akan melihat perubahan dalam perilaku teman Anda. Mereka mungkin menjauh dari teman atau keluarga, dan menghabiskan waktu yang berlebihan dengan pasangan mereka.

"Mereka tidak lagi melakukan hal-hal yang mereka sukai atau bergaul dengan teman-teman dekat," kata Hood. 

2. Tidak berani membuat keputusan

Apakah Anda sering melihat teman atau saudara Anda selalu meminta pendapat pasangannya, bahkan untuk hal sepele? Atau membatalkan janji tanpa pemberitahuan terlebih dahulu?Jika ya,  ini bisa menjadi tanda-tanda bahwa mereka dikendalikan dan tidak diizinkan untuk membuat keputusan mereka sendiri. 

Pada situasi seperti ini, Anda mungkin akan mengalami kesulitan untuk mengetahui apa yang harus Anda lakukan. Anda harus memberi mereka dukungan tanpa syarat, berbicara dengan teman Anda, dan tanyakan kepada mereka tanpa terlalu invasif meskipun ini mungkin sangat sulit dilakukan.

"Mungkin saja teman Anda akan membelokkan pertanyaan atau mengabaikan kekhawatiran Anda, tetapi sangat penting bahwa Anda tidak terlalu memaksa untuk membuat mereka mendengarkan," kata Hood.

Jangan menyarankan mereka untuk meninggalkan pasangannya karena masa-masa setelah putus adalah yang paling berbahaya bagi korban. Untuk itu, biarkanlah mereka memiliki keputusan mereka sendiri dan tetap memberika dukungan atas apapun keputusan mereka. 

 


(DEV)