4 Tanda Anda Belum Sepenuhnya Move On dari Mantan Kekasih

Raka Lestari    •    Minggu, 10 Jun 2018 10:33 WIB
romansa
4 Tanda Anda Belum Sepenuhnya Move On dari Mantan Kekasih
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Putus cinta tentu menyakitkan bagi semua orang. Biasanya, cara termudah untuk bisa mengobati luka patah hati ialah dengan menjalin hubungan baru.

Namun, hal itu sebenarnya tidak efektif jika Anda belum benar-benar move on. Ada kalanya, Anda akan kembali teringat kenangan bersama mantan dan pada akhirnya menyakiti pasangan yang baru.

Itu sebabnya, sebelum menjalin hubungan baru, pastikan dulu apakah Anda sudah siap membuka hati. Berikut ciri-ciri Anda belum bisa move on dari mantan kekasih.

1. Belum lama putus

Setiap orang memang memiliki waktu yang berbeda-beda untuk menyembuhkan luka patah hati. Namun, alangkah baiknya tidak terburu-buru untuk terlibat hubungan yang baru.

Hal itu juga dikatakan pakar percintaan, Nora DeKeyser.

"Saya selalu merekomendasikan agar Anda meluangkan waktu untuk diri sendiri setelah mengakhiri suatu hubungan. Kencanilah diri sendiri! Ingat siapa Anda ketika sedang tidak bersama pasangan. Ini akan membantu Anda membangun kepercayaan diri kembali, yang dapat membuat Anda menjadi lebih menarik bagi calon pasangan baru," saran dia.

2. Masih menyalahkan diri sendiri

Menurut ahli percintaan, Alessandra Conti, perpisahan yang buruk terkadang membuat Anda menyalahkan diri sendiri atas kejadian yang terjadi.

3. Masih memikirkan mantan pasangan

Ini adalah tanda paling jelas bahwa Anda belum move on. Namun, jika Anda tidak yakin sudah move on atau belum, Anda bisa mengetesnya.

"Jika hal pertama terlintas di pikiran pada pagi hari adalah mereka, artinya Anda masih butuh lebih banyak waktu untuk move on."

4. Tidak menerima perasaan

"Dipercaya bahwa jika kita membiarkan diri kita merasakan emosi apa pun yang kita rasakan sepenuhnya untuk 17 detik, perasaan itu akan berubah. Merasakan rasa sakit yang dialami secara sepenuhnya bisa menjadi lebih baik daripada harus menipu perasaan kita sendiri," Dr Martha Tara Lee, seksolog klinis (DHS, MA, BA) dan pendiri Eros Coaching.




(DEV)