Jarang Bertengkar dengan Pasangan, Baik atau Buruk?

Raka Lestari    •    Senin, 12 Nov 2018 17:14 WIB
romansa
Jarang Bertengkar dengan Pasangan, Baik atau Buruk?
Lalu apakah pasangan yang jarang bertengkar tidak akan mendapatkan efek positif dari bertengkar? Simak informasinya. (Foto: Heather Mount/Unsplash.com)

Jakarta: Bertengkar dengan pasangan merupakan sesuatu yang umum terjadi dan berbagai penelitian menemukan bahwa bertengar dengan pasangan juga memiliki beberapa manfaat positif bagi hubungan.

Salah satunya adalah dapat mempererat ikatan diantara pasangan. Namun ternyata ada juga beberapa pasangan yang jarang sekali bertengkar. Lalu apakah pasangan yang jarang bertengkar tidak akan mendapatkan efek positif dari bertengkar?

"Ada beberapa pasangan yang jarang bertengkar karena mereka dapat mengomunikasikan keinginan, kebutuhan, preferensi, dan pendapat mereka dengan cara yang diterima dan diproses oleh satu sama lain," ujar Joshua Klapow, Ph.D. psikolog klinis kepada Elite Daily.

Namun itu tidak berarti bahwa pasangan yang tidak bertengkar tidak dapat bertengkar sedikitpun. "Hanya saja ketidaksepakatan itu benar-benar dapat diselesaikan, atau setidaknya didengar, dan dikerjakan," katanya.

"Pasangan yang selalu mengomunikasikan sesuatunya dengan jujur, benar dan lebih menekankan pada penyampaian informasi dan memahami satu sama lain daripada mengutamakan siapa yang menang dan kalah cenderung akan lebih jarang bertengkar," ujar Dr Klapow.


(Bertengkar dengan pasangan merupakan sesuatu yang umum terjadi dan berbagai penelitian menemukan bahwa bertengar dengan pasangan juga memiliki beberapa manfaat positif bagi hubungan. Foto: Milan Popovic/Unsplash.com)
 
(Baca juga: Studi: Rata-rata Orang Tua dan Anak Beradu Argumen Enam Kali Sehari)

Ketidaksepakatan bukanlah hal yang harus dipermasalahkan. Ketidaksepakatan adalah masalah yang harus dihadapi pasangan dan bagaimana cara mengelolanya agar tidak menjadi pertengkaran adalah kuncinya, tambah Dr Klapow.

Namun akan berbeda jika pasangan tidak pernah bertengkar karena ingin menghindari konflik. "Emosi yang terkait dengan perbedaan pendapat masih ada," ujar Dr Klapow.

"Ketidakmampuan dalam memecahkan masalah atau konflik dengan menghindari masalah secara terus-menerus justru dapat dapat menyebabkan miskomunikasi dalam hubungan dan salah persepsi tentang kualitas hubungan."

Pasangan yang terus berusaha menghindari konflik dapat mulai secara tidak sadar (atau bahkan secara sadar) membenci pasangan lain karena mengabaikan emosi mereka sendiri.




(TIN)