Program Peer Group Dinilai Mampu Cegah Perundungan di Sekolah

   •    Kamis, 10 Aug 2017 16:16 WIB
bullying
Program Peer Group Dinilai Mampu Cegah Perundungan di Sekolah
Ilustrasi. (Metrotvnews.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Psikolog Anak Ratih Zulhaqqi menilai kasus perundungan di lingkungan sekolah bisa dicegah dengan penguatan sistem di sekolah. Kegiatan positif yang melibatkan guru dan siswa dinilai mampu mencegah perilaku merundung di lingkungan pendidikan.

"Bisa dimulai dari peer group. Jadi ada fasilitator sesama teman untuk saling mengingatkan agar jangan mem-bully. Di (sejumlah) sekolah swasta sudah berjalan seperti itu," ujar Ratih, dalam Newsline, Kamis 10 Agustus 2017.

Program peer group atau kelompok teman sebaya dibuat agar siswa bisa saling mengingatkan jika terjadi perselisihan bahwa penyelesaian masalah bukan dengan cara kekerasan. Pun ketika perundungan terlanjur terjadi, siswa bisa melapor tanpa takut intimidasi dari pelaku.

Selain itu, pencanangan Duta Bully di sekolah pun dianggap sebagai salah satu cara agar kasus perundungan antar-siswa bisa hilang.

"Duta bully ini adalah orang yang membantu teman-teman yang lemah yang menjadi potensi korban bully. Saya kira ini cara yang paling praktis untuk mengigatkan triangle relationship antara sekolah, guru, dan murid," kata Ratih.

Selain di sekolah, peran keluarga dan lingkungan di rumah juga sangat menentukan apakah anak tumbuh dengan potensi perundung atau justru jadi korban. Kecenderungan anak melakukan kekerasan umumnya dimulai ketika keluarga di rumah tak memberi contoh positif pada anak.

Misalnya, kata Ratih, merundung secara verbal. Orang tua sering kali merundung secara verbal tanpa sengaja, entah itu berteriak atau marah kepada anak. Upaya preventif agar anak tak mencontoh perilaku buruk itu tentu dengan perubahan pola asuh.

"Ubahlah pola pengasuhan ke anak kemudian berusaha untuk berdiskusi dengan anak dan biarkan mereka belajar mengekspresikan apa yang mereka rasakan, ketidak nyamanan misalnya, sehingga tidak dikeluarkan ke orang lain yang justru merugikan," jelasnya.




(MEL)