Wanita Ini Alami Traction Alopecia Akibat Menguncir Kencang Rambutnya

Yatin Suleha    •    Selasa, 20 Jun 2017 12:33 WIB
kisah
Wanita Ini Alami Traction Alopecia Akibat Menguncir Kencang Rambutnya
Traction alopecia adalah kondisi rambut yang rontok atau tercabut dengan tanpa disadari, karena tidak ada rasa sakit. (Foto: Goodhousekeeping.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Anda mungkin tahu persis bahwa untuk tampil cantik dan sempurna terkadang harus mengalami ketidaknyamanan atau bahkan sakit. Namun, apa jadinya jika hal yang Anda lakukan selama bertahun-tahun malah akhirnya menyengsarakan Anda.

Ini yang dialami oleh Diva Hollands, mantan balerina asal Epsom, Inggris mengisahkan tragedi rontoknya rambut secara masif di bagian jidat atas karena terlalu sering megikat rambutnya dengan kencang.

"Saya memulai menari balet sejak berusia tiga tahun, dan setiap hari selalu menguncir rambut saya dengan kencang hingga saya berusia 13 tahun," kenang Hollands.

"Saya merasa malu karena semua teman di sekolah meledek saya dengan mengatakan saya punya jidat seluas lapangan bola," ungkap wanita yang memiliki dua orang anak ini.

Bahkan kala ia mulai kenal dengan tunangannya, David Lawson-Brown, Hollands tak mengizinkan Brown untuk melihat bagaimana sebenarnya warna rambut Hollands. 

"Bagi saya waktu itu, rambut merupakan hal yang sangat pribadi. Dan saya akui saya sangat malu dengan kondisi tersebut," ungkapnya lagi.

Saat Hollands berusia 18 tahun, ia memutuskan untuk berhenti dari dunia balet dan mulai menekuni dunia modeling. "Sebelum saya memulai karier di dunia yang baru, saya meyakinkan diri untuk menemui seorang dokter spesialis agar saya bisa percaya diri," aku Hollands.

(Baca juga: Fakta dan Mitos Seputar Rambut di Usia Tua)

Adalah dokter Edward Ball, MRCS, yang berpraktik di Maitland Clinic, Inggris yang menangani transplantasi rambut Hollands. Menggunakan metode follicular unit transplantation pada rambut Hollands. 

"Selama delapan jam aku melakukan follicular unit transplantation bersama dokter Ball," ucap Hollands.



Dokter Ball melakukan prosedur yang melibatkan transplantasi rambut bagian belakang Hollands yang ditempatkan pada area rambut yang kosong. 

"Pasien juga bisa menggunakan rambut dari bagian tubuh lainnya misalnya dada, alis, bahkan jenggot," ujar Dr. Ball. Untuk kasus Hollands, Dr. Ball menggunakan bagian rambut belakang kepala untuk mengisi bagian jidatnya yang kosong.

Hasilnya setelah satu tahun, Hollands nampak sangat berbeda dengan penampilannya. Ia mengatakan bahwa tak perlu merasa tabu untuk menceritakan apa yang ia alami. Pesannya adalah segera cari bantuan dokter untuk memperbaiki kondisi Anda. "Jika Anda mengalami hal yang serupa dengan saya."



Dokter ahli bedah dan spesialis kulit Sejal Shah, M.D. mengatakan bahwa kondisi traction alopecia mungkin tidak disadari penuh oleh banyak orang, karena biasanya rambut rontok sedikit-sedikit. 

"Bahkan kondisi traction alopecia tidak sakit. Namun, perlahan tapi pasti, rambut Anda tercabut karena kondisinya yang terikat kencang setiap hari. Dan tak ada tanda lainnya yang Anda rasakan kecuali merasa rambut Anda kian menipis, itu saja," uap Dr. Shah.

Pesan yang ingin disampaikan oleh Hollands dan dokter spesialisnya adalah, berikan rambut Anda waktu luang-dengan tidak dikuncir, dikepang, dijepit beberapa menit setiap hari. "Ini bisa menghindari Anda dari kerontokan rambut atau traction alopecia," tutup Dr. Ball.








(TIN)