Stunting tak Melulu soal Fisik yang Pendek

   •    Rabu, 23 Aug 2017 14:12 WIB
tumbuh kembang bayi
Stunting tak Melulu soal Fisik yang Pendek
Ilustrasi. (Foto: MI/Angga Yuniar)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kebanyakan orang mengenal stunting hanya dari penampakan fisik yang pendek atau tinggi badan yang lebih rendah dari standar usianya. Padahal, stunting tidak melulu soal fisik.

Beberapa anak atau balita yang bertubuh pendek namun perkembangan secara kognitifnya baik tidak bisa disebut stunting.

"Stunting bukan hanya fisik yang pendek tetapi kita bicara tentang defisit kognitif atau kecerdasan yang kurang. Misalnya (bertubuh) pendek tapi kecerdasannya baik tidak kita sebut stunting, begitu pula sebaliknya," ungkap Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono, dalam Metro Plus, Rabu 23 Agustus 2017.

Anung mengatakan pada dasarnya stunting disebabkan karena kelainan akibat kekurangan gizi secara kronis yang terjadi dalam waktu yang cukup lama. Umumnya, anak atau balita yang mengalami stunting tidak mendapatkan asupan gizi sesuai dengan kebutuhannya terutama di periode seribu hari pertama kehidupan.

Seribu hari pertama kehidupan dimulai ketika sel sperma bertemu dengan sel telur hingga terjadi kehamilan selama 9 bulan. Selama dalam kandungan, gizi yang seharusnya didapatkan oleh janin tidak dipenuhi oleh si ibu sehingga bayi yang dilahirkan berpotensi mengalami stunting.

"Kalau pertanyaannya apa yang berpengaruh, sangat banyak. Tetapi yang utama pda saat seribu hari pertama kehidupan khususnya 9 bulan pertama faktor makanan dan kondisi ibu saat kehamilan merupakan faktor penting untuk memastikan gizi janin terpenuhi," kata Anung.

Anung mengatakan indikasi stunting pada bayi tidak bisa dideteksi secara langsung saat kehamilan. Kalaupun bisa dilakukan, hal itu berisiko tinggi sebab akan mengganggu proses perkembangan janin dalam kandungan.

Namun secara umum, indikasi stunting bisa dilihat dari pertambahan berat badan janin saat kehamilan dan ukuran lingkar lengan si ibu. 

"Ukuran lingkar lengan itulah representasi kekurangan atau kecukupan gizi ibu saat kehamilan yang bisa ibu ketahui," ungkapnya.

Selain itu indikasi stunting juga bisa dilihat dari kelahiran sang bayi. Bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram dengan panjang 45-46 sentimeter bisa menjadi salah satu indikator. 

Namun faktor stunting juga tidak bisa berhenti sampai di situ. Orang tua harus memperhatikan perkembangan kognitif bayi usai dilahirkan, paling tidak hingga usia dua tahun.

"Misalnya juga bayi yang lahir kemudian tidak menangis barangkali kita juga perlu berpikir untuk mendeteksi dan memperbaikinya selama dua tahun setelah anak dilahirkan," jelas Anung.




(MEL)