7 Tips Melancarkan Bicara Batita

Yatin Suleha    •    Selasa, 22 Nov 2016 12:49 WIB
perkembangan anak
7 Tips Melancarkan Bicara Batita
Ajak si kecil berbicara, tunjukkan bahwa berbicara itu menyenangkan dan positif. (Foto: Cognikids)

Metrotvnews.com, Jakarta: Melihat perkembangan si kecil memang menggemaskan. Apalagi jika ia sudah mulai belajar bicara. Kata-katanya yang terdengar unik itu sangat lucu, dan membuat kita selalu ingin mengajaknya berbicara. 

Dikutip dari tulisan Dr. Dono Baswardono, Graph, Psych, AISEC, MA, Ph.D, yang merupakan seorang psychoanalyst, graphologist, sexologist, serta marriage & family therapist melalui laman Facebooknya, yaitu Dono Baswardono Parenting, ia memberikan tips bagaimana melancarkan bicara pada batita.

Berikuit ini tipsnya: 

1. Jelaskan segala sesuatu
Jelaskan di mana Anda berada, apa yang Anda lihat. Jelaskan kehidupan seperti yang dilihat oleh anak Anda. Jelaskan apa yang membuat anak Anda tertarik.

2. Ajukan pertanyaan
Bahkan kalau anak Anda belum dapat menjawab, ajukanlah pertanyaan-pertanyaan. Bertanyalah dengan intonasi yang tepat sehingga ia memahami bahwa itu adalah pertanyaan yang membutuhkan tanggapan.

(Baca juga: Bagaimana Cara Menstimulasi Keterampilan Sosial Anak?)

3. Ceritakan banyak kisah
Kembangkan imajinasinya dengan meceritakan kisah-kisah sederhana tentang suatu benda atau orang. Boleh juga jika setiap malam Anda membacakan atau mengarang satu dongeng.

4. Bersikap positif
Berbicara dan berkata-kata bukan hanya berupa memberi perintah dan suruhan. Tunjukkan bahwa berbicara itu menyenangkan dan positif.

5. Berhenti dan dengarkan
Jangan terus menerus bicara. Sesekali berhentilah untuk mendengarkan responsnya.

6. Hindari kata-kata bayi
Bayi itu, menurut Dr. Dono jauh lebih pintar daripada yang biasa kita anggap. Tidak ada gunanya membodoh-bodohkan ucapan atau mengeluarkan kata-kata intonasi dan pengucapannya tidak jelas. Gunakan kalimat yang sederhana tetapi diucapkan secara normal dan dengan irama biasa saja.

7. Gunakan bahasa tubuh lebih banyak
Selain berbicara seperti biasa, sertai pula dengan bahasa tubuh yang jelas. Komunikasi non-verbal akan memperkuat dan mempercepat komunikasi verbal anak.






(TIN)