Orang Rusia Senang Marsha Bengek Challenge Viral

Yatin Suleha    •    Senin, 27 Nov 2017 20:13 WIB
Orang Rusia Senang Marsha Bengek Challenge Viral
Demam Marsha Bengek Challenge menjadi viral. (Foto: YouTube: MashaMedvedTV)

Jakarta: Seorang gadis asal Ciamis, Lexa Pebrianti membuat video dubbing lagu Marsha and The Bear di Instagram. Aksinya akhirnya viral. Banyak yang meniru.  

Lexa bukanlah yang pertama menciptakan aksi yang populer disebut "Marsha Bengek Challenge" itu. Namun gaya serta mimik mukanya yang lucu dianggap sangat menghibur.


(Salah satu challenge yang diikuti dalam demam "Marsha Bengek Challenge." Foto: Courtesy IniYoghi/Youtube)

Dalam sebuah tayangan di salah satu televisi nasional, Lexa mengaku videonya tersebut sudah dilihat lebih dari 2 juta kali. Lexa tidak sangka keisengannya membuatnya tenar. "Enggak, sama sekali enggak (nyangka)?" ungkap Lexa di sebuah tayangan televisi tersebut.

Dalam potongan lagu yang berjudul "Pesenka Ikalka Iz Mul'tfil'ma" yang tak lebih dari 15 detik itu, mimik muka Lexa memang menjadi daya tarik yang lucu. Tetapi yang utama adalah ternyata lagu tersebut menceritakan tentang cegukan. Tidak ada hubungannya dengan penyakit, asma atau bengek. 

(Baca juga: Ketahui 4 Penyebab Cegukan)


"Lagunya sendiri memertanyakan tentang dari mana datangnya cegukan," Press Attaché Kedubes Rusia, Denis Tetyushin, mengomentari fenomena "Marsha Bengek Callenge". 

Dalam lagu Marsha tersebut, cegukan itu menjadi hal yang unik sekaligus lucu. Masyarakat Rusia juga punya mitos soal cegukan.

"Cegukan itu mitosnya ada yang sedang merindukan kita,  banyak orang Rusia yang masih memercayainya. Bukan hanya ketika dikangeni, tetapi juga saat seseorang sedang memikirkan kita, kita bisa cegukan (seperti dalam lagu Marsha tersebut)," kata Denis.

(Press Attaché Kedubes Rusia, Denis Tetyushin. Foto: Dok. Denis Tetyushin)

Denis pun senang lagu Marsha itu jadi familiar di telinga masyarakat Indonesia. "Fenomena ini bagus karena ini ikut mempromosikan kartun Rusia, serta turut mendapatkan ketertarikan orang Indonesia agar tertarik dengan bahasa Rusia," timpalnya.


 
(FIT)