Transfer Pengetahuan Peternak Belanda di Indonesia

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 25 Mar 2017 17:13 WIB
peternakan
Transfer Pengetahuan Peternak Belanda di Indonesia
Acara Ngariung Bareng Farmer2Farmer Frisian Flag Indonesia (Foto: metrotvnews/yanti)

Metrotvnews.com, Jakarta: Memasuki tahun keenam, Program Farmer2Farmer Frisian Flag Indonesia (FFI) semakin terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan para peternak lokal di daerah-daerah tempat program dilaksanakan.

Hal tersebut terbukti dari peningkatan pendapatan para peternak binaan hingga 20 persen dalam satu tahun setelah mengikuti program.

"Kami senang melihat pelatihan yang kami berikan kepada para peternak selama beberapa tahun terakhir dapat menunjukkan hasil positif terhadap tingkat kesejahteraan mereka," kata Direktur Operasional FFI Jan Wegenaar dalam acara Ngariung Bareng Farmer2Farmer Frisian Flag Indonesia 2017, Jumat (24/3/2017).

Setiap tahun, FFI mendatangkan tiga peternak asal Belanda untuk mengajarkan bagaimana cara beternak di negeri tersebut.

"Program ini sangat bermanfaat bagi para peternak karena terdapat transfer ilmu pengetahuan antara peternak Belanda pada peternak lokal, baik dalam hal produksi maupun kualitas," ujar Dedi Setiadi selaku Ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) pada kesempatan yang sama.

Program Farmer2Farmer tersebut memberikan sesi latihan pada peternak sapi terpilih perihal tata kelola dan tata laksana peternakan yang baik meliputi pakan hewan, pemeliharaan anak sapi, praktik pemerahan susu yang higienis, perawatan mesin pemerah susu, serta desain kandang ternak yang sesuai.

Untuk tahun lalu, 66 peternak dari tiga daerah telah terpilih untuk mengikuti pelatihan yaitu KPSBU (Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara) Lembang, KPBS (Koperasi Peternak Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan, dan KPPC (Kelompok Peternak Parongpong Cisarua) Sinar Mulya yang ketiganya ada di Jawa Barat, dan KUUT (Koperasi Usaha Tani Ternak) Suka Makmur dari Jawa Timur.

Data dari Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementrian Pertanian bulan Desember 2016 menunjukan bahwa konsumsi susu di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat hingga mencapai 4,1 persen pada 2017-2020. Dengan kata lain, konsumsi susu di tahun 2020 bisa mencapai 1,14 ton liter.

Sementara, peningkatan produksi susu lokal diperkirakan akan meningkat hingga 3 persen tiap tahunnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa suplai susu dalam negeri belum cukup untuk memenuhi target konsumsi susu ke depannya, bila tak ada tindakan yang dilakukan. Oleh karena itu, program pendukung diperlukan.


 


(ELG)