6 Benda yang Sebaiknya Dikeringkan Secara Alami

Sri Yanti Nainggolan    •    Senin, 03 Oct 2016 10:23 WIB
pakaian bekas
6 Benda yang Sebaiknya Dikeringkan Secara Alami
Pakaian ketat dan beberapa pakaian lainnya cenderung mengerut, memanjang, atau malah bisa rusak bila dimasukkan dalam mesin mengering. Sebaiknya cukup cuci dengan tangan saja. (Foto: News)

Metrotvnews.com, Jakarta: Untuk memudahkan, beberapa mesin cuci dilengkapi dengan mesin pengering agar pakaian bisa segera dipakai. Namun ada beberapa jenis pakaian atau benda yang tidak disarankan untuk dikeringkan menggunakan mesin.

Apa sajakah itu?


1. Penyangga payudara
Peyangga payudara atau yang kita kenal dengan BH (singkatan dari Buste Hounder dalam Bahasa Belanda) sebaiknya cukup dicuci tangan saja. Berbagai jenis BH, baik yang menggunakan renda, gesper, tali, atau berlapis sebaiknya dikeringkan di bawah sinar matahari langsung. Hal ini dikarenakan semua bahan dalam pakaian dalam tersebut tidak baik bila dicuci dengan mesin.



2. Pakaian renang
Pakaian renang didesain agar tetap terbentuk seperti itu di kolam renang dan air laut, namun pakain jenis ini rentan terhadap mesin pengering. 

(Baca juga: Manfaat Baby Oil untuk Kulit Orang Dewasa)



3. Pakaian ketat
Pakaian ketat cenderung mengerut dan memanjang setelah dimasukkan dalam mesin mengering. Selain itu, dianjurkan untuk mencuci pakaian ini dengan tangan dibandingkan mesin cuci. 



4. Bahan payet
Bahan yang menunjukkan nuasan glamor dan elegan ini terjadi mudah robek dan rusak bila dikeringkan dengan mesin. Langsung gantungkan pada hanger setelah Anda mencucinya agar kering dan tetap cantik. 



5. Bahan dengan sol karet
Tak hanya merusak sepatu, suara yang dihasilkan oleh mesin pengering karena benturan antara mesin dengan sol karet juga dapat mengganggu pendengaran. Cobalah untuk menyumpalkan koran dalam sepatu dan keringkan di sebelah radiator atau anginkan di atas lemari. 

Selain itu, benda lain seperti karpet berlapis karet pun sebaiknya tidak dikeringkan dengan mesin karena dapat menyebabkan kebakaran. 





(TIN)