Studi: Orang yang Terlalu Pintar Cenderung Tak Pandai Memimpin

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 18 Nov 2017 10:17 WIB
karier
Studi: Orang yang Terlalu Pintar Cenderung Tak Pandai Memimpin
Studi: Orang yang Terlalu Pintar Cenderung Tak Pandai Memimpin (Foto: istock)

Jakarta: Sebuah penelitian menyebutkan bahwa orang yang terlalu pintar cenderung menjadi pemimpin yang kurang efektif.

Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Lausanne menyebutkan bahwa intelegensi tinggi membuat seseorang menjadi pemimpin yang lebih baik namun bukan yang terbaik.

Para peneliti merekrut 379 pemimpin kelas menengah untuk bekerja di perusahaan swasta di 30 negara di Eropa, dengan bidang yang berbeda seperti perbankan, telekomunikasi, rumah sakit, perhotelan, dan ritel.

Usia rata-rata partispan adalah 38 tahun dan 27 persen diantaranya adalah wanita. Mereka diminta untuk mengisi kuesioner personal dan tes intelegensi bernama Wonderlic Personnel Test.

Rata-rata IQ partisipan adalah 111, di atas rata-rata populasi yang berjumlah 100.

Mereka menemukan bahwa secara keseluruhan, wanita adalah pemimpin yang lebih baik daripada pria, dan pemimpin yang lebih tua sedikit lebih baik daripada yang lebih muda.

Namun faktor yang paling nyata dalam efektivitas seorang manajer adalah terkait kecerdasan dan kepribadian.

Memperkuat temuan penelitian sebelumnya, para peneliti menemukan adanya korelasi positif antara kecerdasan dan kemampuan kepemimpinan, namun hanya sampai IQ sekitar 120, yang kemudian menjadi sebaliknya ketika angka tersebut meningkat.

Para peneliti menemukan bahwa pemimpin dengan IQ di atas 120 dinilai lebih rendah untuk kepemimpinan transformasional dan instrumental daripada peserta yang kurang cerdas.

Selain itu, hubungan antara kecerdasan tinggi dan kepemimpinan yang kurang efektif menjadi semakin jelas dan signifikan pada pemimpin dengan IQ di atas 128.

Bukan teknik kepempinan yang buruk, namun para orang pintar tersebut ingin bertahan pada teknik yang bagus.

Para peneliti tidak dapat memastikan dengan pasti mengapa orang paling cerdas cenderung memimpin lebih buruk daripada rekan mereka yang kurang cerdas. Namun mereka berasumsi, hal itu disebabkan karena kecenderungan orang pintar yang menggunakan bahasa yang kompleks, kurang terampil dalam menyederhanakan tugas dan perjuangan untuk mencari apa yang orang lain anggap sulit atau menantang.

Para peneliti juga menunjukkan bahwa mereka tidak dapat menentukan IQ ideal untuk seorang pemimpin karena hal itu mungkin bergantung pada IQ bawahan.

Intelijen memang bermanfaat bagi kepemimpinan, namun penelitian tersebut menunjukkan bahwa hal tersebut tidak berlaku pada setiap tingkat peningkatan kecerdasan.


(ELG)