Orang Tua yang Kecanduan Gawai Memberi Dampak Buruk pada Anak

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 11 May 2018 19:00 WIB
keluarga
Orang Tua yang Kecanduan Gawai Memberi Dampak Buruk pada Anak
Sebuah studi Korea Selatan tahun 2015 menunjukkan bahwa kecanduan orang tua terhadap gawai adalah salah satu faktor kunci dalam menentukan kemungkinan penggunaan adiktif pada anak-anak. (Foto: Suhyeon Choi/Unsplash.com)

Jakarta: Saat ini, banyak orang tak bisa lepas dari gawai meski hanya sebentar. Kebiasaan buruk ini juga terjadi pada para ibu, yang dapat berdampak buruk saat mengurus si kecil. 

Berikut adalah dampak buruk yang perlu Anda ketahui jika terlalu sibuk dengan gawai dibandingkan anak sendiri. 

1. Media antisosial
Bersaing dengan saudara kandung untuk mencari perhatian adalah hal yang wajar bagi anak-anak. Namun, beberapa studi menemukan bahwa anak yang bersaing dengan teknologi untuk mendapat perhatian orang tua membuat diri mereka merasa tak bernilai. Bahkan, anak berusia 1 tahun bisa merasa tertekan ketika tak mendapatkan kontak mata dari orang tua. 

Oleh karena itu, lepaskan gawai saat sedang bersama anak untuk bisa lebih puas dalam berinteraksi. 

2. Menyebabkan pola makan buruk
"Menggunakan perangkat saat makan dapat mengajarkan kebiasaan makan yang buruk pada anak-anak kita," kata ahli terapi nutrisi Angelique Panagos. 

Alasannya, hal membuat orang tua tak tahu apa yang dimakan dan seberapa banyak yang sudah dimakan. Sayangnya, tak sedikit orang tua yang menggunakan gawai agar anak mau makan. 

"Mereka mengalihkan perhatian anak dan lebih banyak suapan masuk, tetapi pelepasan antara makan dan kesadaran ini dapat berdampak pada rasa kenyang dan kemampuan mengatur diri. Seringkali gangguan itu sendiri justru membuat anak jadi rewel," tambah dokter spesialis anak Harley Street. 

(Baca juga: Penelitian: Banyak Pasangan Bertengkar karena Sibuk dengan Gawai)


(Saat ini, banyak orang tak bisa lepas dari gawai meski hanya sebentar. Kebiasaan buruk ini juga terjadi pada para ibu, yang dapat berdampak buruk saat mengurus si kecil. Foto: Josh Rose/Unsplash.com)

3. Jarang bergerak
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dan orang dewasa yang menggunakan teknologi rumahan secara teratur lebih cenderung menjadi lebih tidak aktif. 

"Ketergantungan pada teknologi untuk saling berhubungan daripada bangun dan berbicara satu sama lain mengarah ke aktivitas fisik yang jauh lebih sedikit juga," kata Dr Ian Campbell, dokter umum dan spesialis obesitas.

4. Melakukan beberapa kegiatan sekaligus
Tak jarang orang tua melakukan beberapa pekerjaan sekaligus, seperti bermain gawai sambil memasak. Meski lebih menghemat waktu, kebiasaan tersebut dapat menurunkan durasi fokus, menyebabkan depresi dan rasa cemas. 

"Beberapa penelitian telah menemukan bahwa penggunaan gawai melepaskan dopamin di otak kita seperti saat melakukan judi, merokok, dan alkohol. Jadi kontrol penggunaan telepon Anda dan tetapkan batas-batas yang jelas untuk diri Anda dan anak-anak Anda," kata psikolog klinis Ana Ribeiro.

5. Tularkan kecanduan pada anak
Sebuah studi Korea Selatan tahun 2015 menunjukkan bahwa kecanduan orang tua terhadap gawai adalah salah satu faktor kunci dalam menentukan kemungkinan penggunaan adiktif pada anak-anak. 

"Anak-anak di bawah usia 11 tahun meniru perilaku orang tua dan mengambil isyarat untuk norma-norma yang dapat diterima secara sosial," tambah Dr Rahul Chodhari dari Royal College of Paediatrics dan Child Health.

Jadi, sebagai teladan mereka, orang tua sebaiknya tidak memberikan contoh yang buruk dengan tidak melulu bergantung pada gawai.





(TIN)