Wajah Bagian Kiri Dianggap Sisi Terbaik untuk Swafoto

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 19 Apr 2017 13:21 WIB
Wajah Bagian Kiri Dianggap Sisi Terbaik untuk Swafoto
(Foto: Pinterest)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah studi baru menemukan, sisi kiri wajah cenderung lebih banyak ditonjolkan saat ber-swafoto. Hal tersebut didasarkan pada bagaimana otak memproses emosi seseorang.

Fenomena yang ditemukan oleh para ilmuwan dari Australia tersebut disebut dengan 'bias sisi kiri'.

Penelitian tersebut menginvestigasi sisi wajah yang lebih sering dipamerkan orang melalui pencarian tagar #selfie di media sosial Instagram dan menganalisa 10 foto terbaru yang dibagikan oleh 100 pria dan 100 wanita. Terdapat sekitar dua ribu foto swafoto yang diteliti.

Annukka Lindell, dosen senior di neuropsikologi eksperimental di La Trobe University di Melbourne menemukan bahwa pipi adalah bagian wajah yang paling banyak ditonjolkan dan dari 779 swafoto (41 persen) berpose dari sisi kiri. Sementara 686 lainnya dari sisi sebaliknya dan 535 foto berposes dengan memamerkan wajah utuh.

"Melihat hanya delapan persen dari pengambilan swafoto yang tak bias secara keseluruhan, kecenderungan untuk swafoto sepertinya mengadopsi dari pose acuan yang nantinya dijadikan norma dalam berswafoto," terangnya.

Beberapa penelitian serupa juga menemukan bahwa sisi kiri wajah dianggap lebih menarik karena dikendalikan oleh belahan otak kanan, yang  bertanggung jawab atas emosi seseorang.

Sebuah studi berskala kecil dari Wake Forest University di Amerika Serikat meminta para partisipan untuk menilai seberapa bahagia orang lain terlihat dalam foto. Hal tersebut dilihat dari pembesaran bola mata, yang mengindikasi apakah seseorang tertarik dengan sesuatu. Hasilnya, para patisipan lebih cenderung memamerkan dari sisi leher kiri karena dianggap mampu menunjukkan ekspresi emosi.

"Kenyataannya, orang harus agak berputar sedikit sehingga bisa lebih menonjolkan sisi kiri, dibandingkan kanan, saat berfoto. Dan orang lain juga menganggap mereka lebih menarik dari sisi itu," ujar asisten penelitian  Dr James Schirillo selaku profesor psikologi di universitas tersebut.


 
(DEV)