Menyanyi Mempercepat Pemulihan Depresi Setelah Melahirkan

Anggi Tondi Martaon    •    Kamis, 11 Jan 2018 10:32 WIB
psikologidepresi
Menyanyi Mempercepat Pemulihan Depresi Setelah Melahirkan
Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan di British Journal of Psychiatry, bernyanyi bersama bayi bisa mempercepat pemulihan depresi pasca-kelahiran. (Foto: Manuel Schinner/Unsplash.com)

Jakarta: Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan depresi pasca-kelahiran. Salah satunya yaitu bernyanyi.

Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan di British Journal of Psychiatry, bernyanyi bersama bayi bisa mempercepat pemulihan depresi pasca-kelahiran. Kesimpulan tersebut berdasarkan hasil pengamatan terhadap 134 ibu yang mengalami depresi setelah melahirkan.

Dalam pengamatan, peneliti membagi ibu yang mengalami depresi setelah melahirkan ke dalam tiga kelompok, yaitu ikut bernyanyi, ikut serta dalam sesi bermain kreatif, grup sosial yang mencakup dukungan keluarga, antidepresan atau perhatian penuh.

Hasilnya, depresi yang dialami oleh ibu yang mengikuti bernyanyi lebih cepat daripada dua kelompok lainya, yaitu enam minggu. Sedangkan depresi pada dua kelompok lainnya baru reda setelah 10 minggu pasca-kelahiran.

(Baca juga: Depresi Pasca Melahirkan Mengintai Para Ibu)

Peneliti utama Dr Rosie Perkins berharap riset ini bermanfaat untuk mengatasi gejala depresi pasca-kelahiran secepat mungkin. Sebab, depresi pasca-kelahiran dapat berdampak buruk terhadap keluarga secara keseluruhan.


(Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan di British Journal of Psychiatry, bernyanyi bersama bayi bisa mempercepat pemulihan depresi pasca-kelahiran. Foto: Aditya Romansa/Unsplash.com)

"Melemahkan ibu dan keluarga mereka, namun penelitian kami menunjukkan bahwa bagi beberapa wanita, sesuatu yang dapat diakses saat bernyanyi bersama bayi mereka dapat membantu mempercepat pemulihan pada saat yang paling rentan dalam hidup mereka," katanya.

Hasil riset tersebut disambut baik oleh berbagai pihak. Salah satunya disampaikan oleh Dr Trudi Seneviratne, pemimpin Royal College of Psychiatrists' Perinatal Faculty.

"Sangat menyenangkan untuk mendengar tentang bukti yang berkembang untuk intervensi psikososial baru seperti bernyanyi untuk memfasilitasi pemulihan yang lebih cepat bagi wanita dengan depresi pasca-kelahiran. Saya berharap bisa lebih banyak bekerja di bidang ini di masa depan, karena akan dinikmati oleh ibu dan bayinya," kata Seneviratne.

Sejak hasil penelitian dipublikasikan, metode ini mulai dipromosikan oleh Breathe Arts Health Research di Guy's dan St Thomas 'NHS Foundation Trust untuk wanita dengan depresi pasca-kelahiran di wilayah selatan London Lambeth and Southwark.










(TIN)