Pentingnya Peran Ayah dalam Tumbuh Kembang Anak

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 30 Sep 2016 19:53 WIB
psikologi anak
Pentingnya Peran Ayah dalam Tumbuh Kembang Anak
Anak yang banyak bermain bersama ayahnya memiliki logika yang lebih baik. (Foto: Gettyimages)

Metrotvnews.com, Jakarta: Dalam hal mengurus anak, peran ayah sering kali dikesampingan. Namun ternyata, peran ayah juga penting bagi tumbuh kembang anak.

"Ada empat unsur peran ayah yang memengaruhi tumbuh kembang anak secara motorik, kognitif, dan sosial yang perlu diketahui, yaitu struktur, kehangatan, akses, dan bermain," ujar Naomi Soetikno, psikolog anak dan dosen Universitas Tarumanegara dalam acara peluncuran popok Baby Happy, Jumat (30/9/2016).

Struktur dalam hal ini adalah mediskusikan bersama pasangan pola pengasuhan seperti apa yang akan diberikan pada anak sehingga tidak terjadi perbedaan visi dalam membesarkan sang buah hati  dalam hal ini, ayah sebagai kepala keluarag harus tegas dan bijak dalam hal menerapkan aturan-aturan bagi anak.

(Baca juga: Cara Menanamkan Nilai Keagamaan pada Anak)

Kedua, seorang ayah sebaiknya memberikan kehangatan kepada anaknya baik secara fisik maupun emosional. Mencoba memahami dan mengerti apa yang anak inginkan adalah salah satu bentuk kasih sayang yang membuat anak merasa nyaman dan aman bersama ayahnya. Sementara, secara fisik, ayah bisa memeluk atau berada di sampingnya saat anak tengah mengalami masa pertumbuhan.

Ketiga, yaitu akses, adalah hal yang tak mudah dilakukan di masa sekarang yang menuntut orang dewasa terus bekerja dan memiliki sedikit waktu bersama keluarga. Meski demikian, sebaiknya anak tetap memiliki akses terhadap ayahnya agar bisa terus berkomunikasi, salah satunya dengan menelepon atau menggunakan media sosial yang kini semakin merajalela sehingga dapat mendekatkan seseorang yang jauh secara fisik.

Pada unsur terakhir, yaitu bermain, seorang ayah harus termotivasi untuk bermain bersama anak-anaknya. Pada  usia 0-2 tahun, bermain bersama ayah akan membantu perkembangan sensor motorik anak; sedangkan pada usia 2-5 tahun akan membantu perkembangan logika mereka.

”Anak yang banyak bermain bersama ayahnya memiliki logika yang lebih baik dan mudah bersosialisasi karena kebanyakan permainan bersama ayah biasanya menggunakan logika," tukasnya.





(TIN)