Hindari Menikahi 5 Tipe Orang Ini

Torie Natalova    •    Rabu, 05 Oct 2016 10:56 WIB
hubungan pasangan
Hindari Menikahi 5 Tipe Orang Ini
Jika si dia suka selingkuh, sebaiknya pikirkan lagi untuk menikahinya. (Foto: Cheatseat)

Metrotvnews.com, Jakarta: Mencari pasangan sehidup semati dalam pernikahan memang tidak mudah. Anda harus memikirkan segala faktor untuk menikahi orang yang tepat.

Salah memilih pasangan bisa membuat pernikahan tidak harmonis sehingga menyebabkan masalah emosional dan kesehatan. Lima tipe orang berikut ini sebaiknya dihindari untuk dijadikan pasangan hidup.

1. Si tukang marah
Mendapatkan pasangan yang suka marah patut dipertimbangkan untuk dinikahi. Coba lihat kadar emosinya saat pacaran. Orang yang pemarah cenderung ingin menang sendiri dalam sebuah hubungan. Mereka juga sering tersinggung jika hal tersebut tidak sesuai dengan pemikiran mereka.

Perbedaan pendapat bisa membuatnya marah besar sehingga berujung pada pertikaian dan retaknya rumah tangga.

2. Kekanak-kanakan
Tak selamanya usia menentukan tingkat kedewasaan seseorang. Ada beberapa orang yang sudah berusia dewasa namun memiliki sifat kekanak-kanakan. Biasanya, tipe pasangan yang kekanak-kanakan akan selalu melibatkan orangtuanya dalam setiap memutuskan sesuatu.

Rumah tangga yang baik adalah jalinan hubungan yang saling mengisi dan biasanya setiap keputusan dilakukan hanya berdua dengan pasangan.

(Baca juga: Kunci Pernikahan Langgeng)

3. Suka selingkuh
Sebuah pernikahan yang diwarnai perselingkuhan tidak pernah berjalan mulus. Jika saat pacaran pasangan Anda pernah atau bahkan sering selingkuh, sebaiknya pikirkan lagi untuk menikahinya. 

Memang kepercayaan dalam sebuah hubungan sangat penting. Namun, jika kepercayaan itu disalahgunakan dengan selingkuh, maka hubungan tidak bisa berjalan harmonis karena akan memicu banyak pertengkaran.

4. Kabur dari menyelesaikan masalah
Saat masalah tiba, pasangan Anda memilih pergi tanpa menyelesaikan masalah terlebih dulu. Kebiasaan yang mungkin dilakukannya selama pacaran ini bisa berlanjut ke pernikahan. Sebaiknya, setiap masalah dalam rumah tangga segera diselesaikan agar tidak berlarut-larut sehingga mengancam pernikahan.




(TIN)