Ajarkan Anak Mengantisipasi Bahaya Saat Berwisata

   •    Jumat, 29 Dec 2017 17:45 WIB
liburan
Ajarkan Anak Mengantisipasi Bahaya Saat Berwisata
Ilustrasi. (Travelguard)

Jakarta: Berlibur bersama keluarga tentu menjadi momen yang sangat menyenangkan. Namun jangan sampai kesenangan itu membuat orang tua lupa untuk membekali anak mengantisipasi bahaya yang mungkin terjadi ketika berwisata.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah mengajarkan anak apa yang harus dilakukan ketika terpisah dari rombongan saat berwisata. Minimal anak mengetahui namanya sendiri, nama orang tua, dan asal tempat tinggal.

"Jadi ketika bertemu pusat informasi bisa diumumkan dengan tepat dan jelas tidak hanya sekadar ciri-ciri fisik atau pakaian yang dikenakan," ujar Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesi (KPAI) Retno Listyarti, dalam Newsline, Jumat 29 Desember 2017.

Anak-anak di bawah usia 5 tahun mungkin belum memahami instruksi yang diberikan sehingga disarankan agar tetap bersama orang tua. Tetapi untuk anak yang sudah berusia di atas 8 tahun ke atas mungkin lebih mudah memahami arahan dan peringatan-peringatan yang diajarkan.

Dalam memberikan pemahaman akan bahaya di tempat rekreasi ada baiknya orang tua tidak mengemasnya dalam sebuah ancaman. Misalnya tidak akan mengajak mereka rekreasi kembali jika tak mematuhi instruksi.

"Tapi harus dijelaskan, diberitahu risikonya, digambarkan seperti apa bahayanya kalau dia berenang di tempat ombak besar misalnya, daripada mengancam," kata Retno.

Retno mengatakan memberikan gambaran kepada anak jangan hanya secara teori namun juga gambaran secara utuh. Orang tua bisa memanfaatkan video-video di Youtube misalnya untuk memberikan gambaran bahaya apa yang bisa terjadi ketika anak tidak mematuhi aturan.

"Simulasinya nonton bareng, diberikan gambaran bahwa ini lho bahayanya. Karena dibekali saja tanpa memperlihatkan gambarannya akan berbeda," jelasnya.




(MEL)