Generasi Z Cenderung Memilih Pekerjaan di Bidang Teknologi

   •    Jumat, 21 Jul 2017 10:20 WIB
karier
Generasi Z Cenderung Memilih Pekerjaan di Bidang Teknologi
Ilustrasi. Sejumlah pencari kerja mengikuti Bursa Kerja Nasional Kemenakertrans di JIExpo Kemayoran, Jakarta. (Foto: MI/Arya Manggala)

Metrotvnews.com, Jakarta: Generasi Z diidentikkan dengan generasi yang tak mampu lepas dari gawai. Kecanggihan teknologi, salah satunya kehadiran internet semakin membuat generasi yang lahir antara 1995-2010 ini kerap disebut generasi merunduk lantaran seringkali hanya terfokus pada layar gawai.

Sosiolog Daisy Indira Yasmine mengatakan generasi Z cenderung memiliki karakter sebagai individu yang ingin serba cepat dan instan. Namun, mereka juga dianggap multitasking lantaran terbiasa memainkan berbagai aplikasi dari gawai dalam satu waktu.

"Mereka juga punya karakter yang sebenarnya inovatif dan kreatif dalam berkarya," kata Daisy dalam 360, Kamis 20 Juli 2017.

Kini, anak-anak yang disebut juga dengan generasi postmilenial ini sudah mulai memasuki dunia kerja. Lahir sebagai penduduk asli digital dengan paparan teknologi rupanya memengaruhi karakter generasi Z dalam memilih pekerjaan. 

Veronika Linardo seorang CEO portal komunitas kerja menyebut lantaran generasi Z sudah sangat akrab dengan teknologi, banyak dari mereka yang terbuka untuk bekerja di perusahaan teknologi, terutama start up.

Seperti diketahui, banyak pula start up yang mendapatkan bantuan dana untuk merekrut karyawan baru. Ketertarikan generasi Z untuk bekerja di perusahaan teknologi, kata Veronika, lebih kepada fleksibilitas yang dimiliki perusahaan.

"Sementara di dalam generasi Z kita menemukan banyak yang antusias dan sangat mau belajar. Saya rasa sifat positif dari generasi Z adalah kemampuan dan mau untuk terus belajar. Itu keunggulan dan sisi positif mereka," kata Veronika.

Tak hanya itu, Daisy mengungkapkan bahwa generasi Z juga memiliki rasa kepedulian yang tinggi karena terbiasa melihat data yang banyak, terbuka terhadap semua informasi terutama yang berkaitan dengan isu sosial dan keadilan.

"Kalau kita bicara digital native kan tak hanya game tapi juga informasi-informasi yang banyak, dan mereka menemukan itu," ungkap Daisy.

Menurut Daisy, generasi Z juga dianggap mampu mengubah sistem dan tatanan yang sudah ada. Pasalnya mereka hidup di posisi antara waktu lampau dan mampu melihat kemungkinan-kemungkinan di masa depan. 

Generasi Z masih memahami sistem maupun budaya lama sementara di sisi lain mereka juga tengah menyongsong masa depan. 

"Karena mereka tahu kelemahannya ini bisa diperbaiki dengan begini dan mereka sudah bisa berimajinasi ke depannya, dengan teknologi misalnya. Pada akhirnya mereka cenderung sebagai generasi yang mau berubah ke arah lebih baik," jelas Daisy.




(MEL)