Dampak pada Tubuh Ketika Anda Berhenti Melakukan Seks

Raka Lestari    •    Kamis, 27 Sep 2018 17:00 WIB
seks dan kesehatan
Dampak pada Tubuh Ketika Anda Berhenti Melakukan Seks
Sebuah penelitian menemukan bahwa berhenti melakukan hubungan seksual dapat meningkatkan kemungkinan disfungsi ereksi pada pria. (Foto: Isaac Cabezas/Unsplash.com)

Jakarta: Melakukan hubungan seksual memang dianggap memiliki manfaat baik untuk dari segi mental maupun kesehatan. Dan kehidupan seks yang tidak teratur ternyata dapat berpengaruh juga bagi tubuh Anda. 

Meskipun memiliki manfaat, melakukan seks secara berlebihan juga tidak baik bagi tubuh Anda. Usahakanlah melakukan hubungan seksual dalam jumlah yang normal. Dikutip dari Mirror.co.uk, berikut ini adalah yang akan terjadi pada tubuh Anda jika berhenti melakukan seks. 

1. Kehilangan libido
"Bagi beberapa orang yang tidak melakukan hubungan seks, mereka akan mulai lesu dengan keinginan dan gairah seks yang berkurang," ujar Sari Cooper, seorang terapis seks bersertifikat. Namun ini tidak berlaku untuk semua orang.

(Baca juga: Bisakah Obat-obatan Oral Sembuhkan Disfungsi Ereksi?)


("Bagi beberapa orang yang tidak melakukan hubungan seks, mereka akan mulai lesu dengan keinginan dan gairah seks yang berkurang," ujar Sari Cooper, seorang terapis seks bersertifikat. Foto: Freestocks.org/Unsplash.com)

2. Dinding vagina akan menjadi lemah
"Tanpa hubungan seks yang dilakukan secara reguler, seiring dengan bertambahnya usia dinding vagina akan menipis dan menyebabkan seks yang menyakitkan ketika Anda akhirnya kembali melakukan hubungan seks," ujar Sari.

North American Menopause Society bahkan merekomendasikan untuk melakukan penetrasi seks secara teratur untuk membantu kesehatan vagina selama menopause.

3. Menstruasi Anda akan semakin buruk
Berhubungan seks menjelang menstruasi mungkin dapat mengurangi kram pada saat periode menstruasi. "Rahim adalah otot dan banyak wanita akan benar-benar mengalami kontraksi uterus ketika mereka orgasme."

"Hal ini yang akan menyebabkan darah mengeluarkan lebih cepat, yang pada gilirannya akan mengurangi kram menstruasi," jelas Dr Lauren Streicher, seorang ginekolog asal Amerika Serikat. "Selain itu, mungkin ada peningkatan endorfin yang juga akan membantu mengurangi kram menstruasi."

4. Bagi pria, dapat menyebabkan disfungsi ereksi
Sebuah penelitian menemukan bahwa berhenti melakukan hubungan seksual dapat meningkatkan kemungkinan disfungsi ereksi pada pria, meskipun ini ditemukan lebih banyak terjadi pada pria yang lebih tua.




(TIN)