Remaja di Australia Gunakan Media Sosial Tinder Sebagai Status Sosial

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 07 Oct 2016 15:06 WIB
psikologi anak
Remaja di Australia Gunakan Media Sosial Tinder Sebagai Status Sosial
Para remaja di Australia menggunakan media sosial untuk menaikkan status sosial. (Foto: Technilicious)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah konsultan keamanan cyber di Australia Barat mengungkapkan, bahwa aplikasi kencan yang diperuntukkan bagi orang dewasa, yaitu Tinder kini mulai digunakan oleh para pelajar.

Psikolog Jordan Foster, pendiri ySafe Solution mengungkapkan bahwa aplikasi tersebut digunakan oleh para remaja yang berusia 14 tahun, dimana kebanyakan dari mereka bersekolah di sekolah dengan satu gender dan memamerkan foto dengan mengenakan seragam sekolah. 

(Baca juga: Anak Keranjingan Sosial Media? Begini Cara Membimbingnya)


Menujukkan status sosial
"Banyak anak muda yang mencoba Tinder, awalnya saya rasa itu sedikit berisiko, jadi Anda akan mendapatkan status sosial dalam kelompok kecil Anda," tukas Jordan. 

Namun, ketika semakin banyak yang bergabung dengan aplikasi tersebut, hal itu justru menjadi sesuatu hal yang normal. Foster mengungkapkan bahwa remaja tersebut memalsukan usia menjadi 18 tahun pada media sosial Facebook, sebelum akhirnya bergabung ke Tinder.

Pada Juni 2016, aplikasi ini hanya diperuntukkan untuk mereka yang berusia di atas 18 tahun. Sebelumnya, Tinder bisa diakses mereka yang berusia 13-17 tahun, dimana teman yang disarankan juga hanya pada usia tersebut saja. 

Cybersafety expert Jordan Foster dan Family Zone co-founder Tim Levy. 
Sumber: News Limited.


Juru bicara Tinder mengungkapkan bahwa meskipun kebijakan baru tersebut telah dibuat, namun hal itu juga tak bisa memastikan mereka yang berusia di bawah 18 tahun tak bisa berhohong di media sosial lain. 


Alasan bergabung
Foster mengungkapkan bahwa alasan para remaja tersebut bergabung dengan Tinder hanyalah untuk mendapat perhatian karena melakukan hal yang berisiko. 

"Banyak orangtua akan berpikir itu adalah aplikasi kencan dewasa, namun anak-anak tak benar-benar menggunkannya untuk berkencan," tukasnya. 

Para remaja menggunakannya untuk menaikkan status sosial dan ketika mereka berada dalam masalah, mereka akan mengatakannya pada semua orang, karena mereka tak bisa mengontol diri untuk tidak mengatakannya pada siapapun. 

Ketua Dewan dari Organisasi Sekolah Negeri Australia Barat, Kylie Catto memperingatkan risiko dari penggunaan Tinder dan merekomendasikan para orangtua untuk membicarakannya dengan anak remaja mereka saat mereka siap. 

Selain itu, ketua Presbyterian Ladies College, Kate Hadwen mengungkapkan bahwa remaja memang akan mengalami hal itu, namun sebaiknya sekolah mulai mengadakan edukasi tentang website kencan lebih cepat. "Memberikan mereka informasi yang jelas tentang apa risiko yang akan dihadapi merupakan hal yang penting," tutupnya. 








(TIN)