Tahapan Perkembangan Bahasa Bayi

Yatin Suleha    •    Jumat, 07 Oct 2016 08:00 WIB
bayi
Tahapan Perkembangan Bahasa Bayi
Komunikasi prabicara meliputi menangis, berceloteh, isyarat, dan ungkapan-ungkapan emosi. (Foto: Photofurl)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bagi Anda ibu baru yang melahirkan pertama kali, mungkin akan bertanya, apakah tangisan si kecil berarti juga komunikasi? Ternyata, memang benar. 

Menurut Jovita Maria Ferliana, M.Psi, dari RS Royal Taruma, Jakarta mengatakan bahwa komunikasi adalah proses dimana simbol verbal dan non verbal dikirimkan, diterima, dan diberi arti. 

Dan perkembangan komunikasi pada bayi ada beberapa tahapan, bentuk komunikasi prabicara meliputi menangis, berceloteh, isyarat, dan ungkapan-ungkapan emosi. 

Berikut ini adalah tahapan perkembangan bahasa bayi :

• Reflective Vocalization
Sesuatu yang dilakukan bayi berupa refleks, termasuk pula suara yang sifatnya masih refleks. Misalnya menangis pada bayi bisa dibedakan; tangisan lapar, haus, atau karena basah pada usia lebih dari 3 minggu.

(Baca juga: 6 Tahap Tumbuh Kembang Anak yang Harus Diketahui Orangtua)

• Babbling
Pada usia 6-7 minggu, bayi mulai membuat suara, dalam kondisi senang dan nyaman. Tetapi masa ini juga masih ada sifat refleks, dan secara tidak langsung ia melatih kematangan gerak organ artikulasinya.

• Lalling
Di usia 6-9 bulan, fungsi pendengaran bayi semakin matang. Bayi mulai mendengar, bersuara, merasa senang dan selalu mengulangi ucapannya. Bayi juga mulai bersuara sebisanya dan bergerak terus saat ingin memberitahukan kondisinya seperti bosan dengan posisinya, ingin pindah tempat dan sebagainya.

• Scholalia
Usia 9-10 bulan, bayi mulai meniru bunyi-bunyian yang ia dengar dari sekitarnya. Saat inilah bayi mengeluarkan suara bervariasi, misal “mamamama“atau “papapa” sambil menggunakan tanganya mencoba menunjuk dan meraih sesuatu. Lewat gesturnya ini bayi ingin anda tahu apa yang diinginkannya.

• True Speech
Mulai usia 12 bulan, bayi mulai berbahasa meskipun belum benar dan tepat. Namun ucapanya mengacu pada apa yang dimaksud dan sifatnya konsisten. contohnya “ma” untuk menyatakan ibu, “mim” untuk ungkapan minum, atau “mam” sebagai ungkapan makan atau makanan dan ungkapan -ungkapan lainya.








(TIN)