pekan asi sedunia

Kendala Rinni Wulandari ketika Menyusui

Sri Yanti Nainggolan    •    Senin, 06 Aug 2018 15:17 WIB
pekan asi sedunia 2018
Kendala Rinni Wulandari ketika Menyusui
Menurut Rinni, dukungan dari orang sekitar dan perasaan bahagia adalah faktor besar yang dapat memperlancar keluarnya ASI selama masa menyusui. (Foto: Dok. Instagram Rinni Wulandari/@rinni_w)

Jakarta: Penyanyi Rinni Wulandari berbagi cerita tentang pengalamannya saat kesulitan memproduksi ASI untuk buah hati pertamanya Nord Kiano Julian (5 bulan).

Istri dari Jevin Julian tersebut mengaku bahwa dirinya tak terlalu mempersiapkan diri menjelang kelahiran karena sibuk bekerja.

"Saya tak mengikuti kelas menyusui karena kerja. Ternyata saat periksa Nord seminggu setelah lahir, beratnya hanya bertambah 50 gram," pungkasnya dalam peluncuran platform digital Anmum #MumToMum, Rabu 1 Agustus 2018 lalu.

Dokter pun menyarankannya untuk melakukan pijat payudara agar ASI yang dihasilkan lebih banyak lagi, salah satu metode yang seharusnya dipelajari saat masa kehamilan. Kemudian, setelah rutin pijat payudara, ASI pun kembali lancar.

Selain itu, Rinni juga bercerita tentang berkurangnya produksi ASI yang ia alami ketika bulan Ramadan. Stres karena tak ada yang membantu sehingga kecapaian adalah pemicunya.


(Penyanyi Rinni Wulandari berbagi cerita tentang pengalamannya saat kesulitan memproduksi ASI untuk buah hati pertamanya Nord Kiano Julian (5 bulan). Foto: Dok. Instagram Rinni Wulandari/@rinni_w)

(Baca juga: Memberikan ASI untuk Fondasi Kehidupan)

"Saya panik dan sempat cerita sama lingkungan, terbayar bukan hanya saya yang alami. Kecapaian saat bulan puasa berimbas pada berkurangnya produksi ASI sebulan kemudian."

Menurut Rinni, dukungan dari orang sekitar dan perasaan bahagia adalah faktor besar yang dapat memperlancar keluarnya ASI selama masa menyusui. Ia bersyukur mendapatkan keduanya sehingga tak mengalami banyak masalah selama masa ASI ekslusif.

Rinni menganggap bahwa ASI memiliki banyak manfaat. Misalnya munculnya keterikatan yang kuat, terutama dalam bentuk emosional, antara anak dan ibu saat proses menyusui.

Selain itu, menyusui juga proses penurunan berat badan alami. Rinni mengalami kenaikan sebanyak 22 kilogram dan kini berhasil turun hingga mendekati berat normal. "Sisanya empat kilogram lagi (ke bentuk sebelum melahirkan)."

Selain itu, menurutnya, menyusui juga membuat rahim menjadi lebih kecil dalam waktu lebih cepat dan ini adalah cara serta nutrisi yang gratis. 





(TIN)