Anak yang Alami Kekerasan Saat Kecil Cenderung Kasar Saat Menjalin Hubungan Asmara

Anggi Tondi Martaon    •    Jumat, 08 Dec 2017 12:40 WIB
keluargapsikologi
Anak yang Alami Kekerasan Saat Kecil Cenderung Kasar Saat Menjalin Hubungan Asmara
Orangtua adalah pandangan pertama anak tentang hubungan dan bagaimana konflik ditangani. (Foto: Pixabay.com)

Jakarta: Sebuah penelitian menyebutkan, orangtua yang melakukan kekerasan kepada anak, meski hanya menampar memiliki efek buruk terhadap buah saat buah hati menjalin hubungan asmara saat besar nanti. 

Studi tersebut menemukan, anak-anak yang pernah atau sering dipukul cenderung memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk melakukan kekerasan terhadap pasangan kencan mereka. 

"Meskipun kita tidak dapat mengatakan bahwa pukulan yang dipukul kemudian menjadi kekerasan, maka jika seorang anak mengetahui bahwa hukuman fisik adalah cara untuk menyelesaikan konflik, mereka mungkin membawa konflik tersebut ke dalam konflik dengan pasangan intim di kemudian hari," kata penulis senior Jeff Temple, seorang profesor di University of Texas Medical Branch di Galveston saat dikutip WebMD.com.


(Orangtua adalah pandangan pertama anak tentang hubungan dan bagaimana konflik ditangani. Foto: Pixabay.com)

Dalam studi tersebut, Temple bersama tim mewawancarai 700 remaja di tenggara Texas. Sekitar 19 persen mengatakan bahwa remaja mengaku telah melakukan beberapa bentuk kekerasan saat berkencan dan 69 persen mengatakan bahwa mereka pernah mengalami hukuman secara fisik selama masa kecil.

(Baca juga: Keluarga Ujung Tombak Pencegahan Kekerasan pada Anak)

Secara khusus, remaja yang dipukul saat anak-anak memiliki potensi melakukan kekerasan kepada pasnganya saat dewasa mencapai 29 persen lebih. Temuan itu diperoleh setelah para peneliti memerhitungkan usia, jenis kelamin, pendidikan orangtua dan riwayat pelecehan fisik anak.

"Sementara orangtua mungkin menganggap bentuk hukuman fisik ini adalah pelajaran yang bagus, penelitian substansial menunjukkan bahwa hal itu lebih berbahaya daripada kebaikannya," ungkap Temple dalam sebuah rilis berita universitas. 


(Sebuah penelitian menyebutkan, orangtua yang melakukan kekerasan kepada anak, meski hanya menampar memiliki efek buruk terhadap buah saat buah hati menjalin hubungan asmara saat besar nanti. Foto: Pixabay.com)

Temple menilai, hubungan kedua jenis kekerasan itu berkaitan karena anak-anak meniru dan belajar dari sikap yang ditunjukan oleh orangtuanya. 

"Orangtua adalah pandangan pertama anak tentang hubungan dan bagaimana konflik ditangani. Hukuman fisik adalah mengomunikasikan kepada anak-anak bahwa kekerasan adalah cara yang dapat diterima untuk mengubah perilaku," sebut dia.

Lebih jauh, Temple menyampaikan bahwa diperkirakan sekitar 80 persen anak-anak di seluruh dunia mengalami hukuman fisik. Selain itu, penelitian sebelumnya disebutkan bahwa hukuman fisik berkaitan dengan agresi masa kecil dan gangguan kesehatan mental.










(TIN)