Lewat Foto, Ibu Ini Jelaskan Bagaimana Rasanya Terkena Depresi Pascamelahirkan

Sri Yanti Nainggolan    •    Senin, 15 May 2017 07:27 WIB
psikologi
Lewat Foto, Ibu Ini Jelaskan Bagaimana Rasanya Terkena Depresi Pascamelahirkan
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam JAMA Psychiatry mengungkapkan bahwa realitas terkait depresi postpartum dialami satu dari tujuh ibu baru. (Foto: Psychologytoday.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Seorang ibu dari Ohio, Amerika Serikat bernama Kathy DiVincenzo membagikan dua foto berbeda tentang bagaimana rasanya mengalami depresi pascamelahirkan (postpartum). 

Meskipun kedua foto tersebut diambil pada lokasi dan hari yang sama, terdapat perbedaan yang sangat mencolok. Pada foto bagian atas, terlihat wajah Kathy yang sangat kelelahan, bahkan pakaian yang dikenakan berantakan dan tidak ada seyum di wajahnya. Sementara, pada foto lain, ia senyum lebar sambil memeluk anak laki-lakinya yang berusia 3 bulan dan anak perempuannya yang berusia 3 tahun tersenyum ke arahnya. 

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam JAMA Psychiatry mengungkapkan bahwa realitas terkait depresi postpartum dialami satu dari tujuh ibu baru. 

"Kita harus menghentikan anggapan bahwa masa postpartum adalah euforia. Kita perlu mulai menanyakan pada pada orangtua bagaimana perasaan mereka lebih mendalam," tulisnya dalam sebuah tulisan di media sosial Facebook yang sudah dibagikan sebanyak 71 ribu kali. 

"Kita perlu mempelajari tanda-tanda, gejala, faktor risiko, dan rencana pendukung untuk kondisi postpartum."

DiVincenzo, yang didiagnosa mengalami gangguan kompulsif obsesif dan rasa cemas, menjelaskan bahwa kedua foto tersebut merepresentasikan kehidupannya dan apa yang dirasakannya pada hari itu. 

(Bava juga: Cemas dan Depresi Berlebihan Berisiko Kematian)

National Institute of Mental Health menerangkan bawa tak ada penyebab tunggal dari depresi prostrpartum, namun kemungkinan karena kombimasi faktor fisik dan emosional. 

Setelah seorang wanita melahirkan, ada banyak tanda terlihat menunjukkan bahwa dia mungkin mengalami depresi pascamelahirkan. Beberapa tanda umum adalah perasaan putus asa, kehilangan minat pada aktivitas yang biasanya menyenangkan, bermasalah untuk dekat dengan bayinya, dan meragukan kemampuannya untuk merawat anaknya.

DiVincenzo mengungkapkan bahwa kondisi tersulit yang harus dia lawan adalah harus mencoba dan berpura-pura anak mereka tak ada. 


(Kathy DiVincenzo membagikan dua foto berbedanya. Foto: Dok. Kathy DiVincenzo)

"Saya berusaha dua kali lipat untuk menyembunyikan realitas dari Anda karena saya takut membuat tak nyaman. Saya takut Anda berpikir saya lemah, gila, ibu yang buruk, atau pemikiran lain dan saya tahu tak sendiri dalam pemikiran ini," akunya lagi.

Cerita tersebut menginspirasi seorang fotografer untuk mempublikasikan masalah yang dihadapinya. 

Depresi pascamelahirkan dapat mempengaruhi ibu, terlepas dari usia, ras, atau faktor lainnya. Jika tidak diobati, kesehatan seorang ibu bisa sangat terpengaruh selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. 

Perawatan bervariasi, dan beberapa ibu akan memilih untuk menghadiri berkonsultasi dengan para konsultan, dan atau menggunakan obat antidepresan jika diperlukan.






(TIN)