Berprestasi dari Muda

Gervin Nathaniel Purba    •    Kamis, 29 Jun 2017 15:38 WIB
galeriindonesiakaya
Berprestasi dari Muda
Michele sedih orang Indonesia tidak melestarikan gamelan (Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko)

Metrotvnews.com, Jakarta: Mengenal seni sejak usia dini memberikan suatu keuntungan sendiri. Baik itu kesenian musik maupun puisi, belajar kesenian sejak usia dini juga dapat mengasah otak sehingga membuat seseorang lebih berprestasi dibanding teman-temannya.

Seperti pianis Elizabeth Michele yang telah belajar bermain piano sejak usia tujuh tahun. Bukan kedua orang tuanya yang mengajarkan namun ia mengikuti kursus sehingga bisa pawai bermain piano. Selain itu Michele juga sangat gemar bermain gamelan.

Ia menjelaskan sedikit perbedaan bermain piano dan gamelan. "Dari piano biasa itu dari tujuh not dan lengkap semua. Gamelan itu ada pentatonik jadi hanya terdiri dari lima nada bukan tujuh nada. Sedikit dari yang diatonis ya," ujar perempuan yang meraih rekor Muri itu karena mengikuti ujian Diploma setara S1 pada usia 13 tahun.

Meskipun gamelan merupakan alat musik tradisional Indonesia, Michele sedih karena orang Indonesia justru tampak tidak peduli untuk melestarikannya. Sedangkan orang-orang dari luar negeri sangat tertarik dengan gamelan dan berusaha meneliti salah satu kebudayaan Indonesia itu dan kebudayaan lainnya.

"Jadi saya ingin menunjukkan kalau gamelan itu bukan gitu-gitu aja. Tetapi bisa divariasi sebagaimana rupa," tegasnya.

Berbicara seni maka akan sangat menarik jika membahas puisi. Seniman puisi, Rarai Masae membuat sebuah buku yang berisi kumpulan puisi hasil karya ciptaannya yang diberi judul Teman Kecil.  

"Jadi Teman Kecil, kumpulan puisi ini sebagian tulisan waktu saya kecil. Jadi teman kecil simbol tulisanku ketika kecil dan juga aku gambarkan tentang sahabatku dan temanku pas kecil," beber Rarai.

Pada kesempatan itu, ia menjelaskan salah satu puisinya yang berjudul 'Mata yang Menjauh dari Teduh.' Rarai menjelaskan puisi itu menggambarkan dirinya yang merindukan mainan-mainan lama namun tidak membuat ia dan teman-temannya menjadi sibuk sendiri.

"Aku merindukan mainan lama, mainan usang, dimana saya dulu bermain dengan kawan-kawan yang lebih tradisional, yang lebih asyik gitu maksudnya. Ngobrol langsung tatap mata. Merasa kehilangan untuk sekarang," pungkasnya.

Ikuti perbincangan Yovie Widianto bersama kedua seniman muda yang telah berprestasi dalam program TV IDEnesia METRO TV,  Kamis, 29 Juni 2017, pukul 21.05 WIB. Jangan lupa, ikuti kuis IDEnesia dan Galeri Indonesia Kaya dengan mem-follow twitter @IDEnesiaTwit atau @IndonesiaKaya.


(ROS)