Ini Tanda-tanda Pasangan Sudah Tak Cinta Lagi

Yatin Suleha    •    Jumat, 06 Apr 2018 17:50 WIB
romansakeluargapsikologi
Ini Tanda-tanda Pasangan Sudah Tak Cinta Lagi
Hal yang paling mudah dilihat ketika sudah pudarnya rasa cinta adalah masing-masing mulai menyibukkan diri dengan kegiatan mereka. (Foto: Natalya Zaritskaya/Unsplash.com)

Jakarta: Sebuah perkawinan idealnya adalah hubungan yang kekal hingga maut memisahkan. Namun, dinamika kehidupan ini tak ada yang tahu, bisa saja pernikahan berakhir. Jika pun tak berakhir, perkawinan yang tak membahagiakan juga bisa membuat kedua belah pihak tak solid.

Jika sudah begini bagaimana melihat tanda-tanda pasangan sudah tak cinta lagi? Psikolog anak, remaja, dan keluarga Efnie Indrianie, M.Psi dari Fakultas Psikologi, Universitas Kristen Maranatha, Bandung mengatakan ada beberapa tanda yang bisa Anda ketahui. Berikut ini beberapa tandanya.

Mulai Menyibukkan Diri Masing-masing
Hal yang paling mudah dilihat ketika sudah pudarnya rasa cinta adalah masing-masing mulai menyibukkan diri dengan kegiatan mereka.

"Bahkan pada yang sudah memiliki anak, mereka hanya berkomunikasi secara formal saja terkait anak-anak. “Chemistry” yang dulu pernah ada sekarang seakan sirna, dan dalam kondisi yang ekstrem bisa sampai pada tahap apatis," ucap psikolog yang ramah ini.

Pada tahap awal, menurut Efnie biasanya mereka mulai merasakan adanya ketidakcocokan dalam berkomunikasi, lalu muncul pertengkaran-pertengkaran kecil. 


(Hal yang paling mudah dilihat ketika sudah pudarnya rasa cinta adalah masing-masing mulai menyibukkan diri dengan kegiatan mereka. Foto: Oscar Nord/Unsplash.com)

(Baca juga: Mengenal Lebih Jauh "Ketidakpuasan" dalam Pernikahan)

"Lalu hal ini berlanjut ke tahap pertengahan, yang mulai ditandai dengan menghindar dari pasangan, dan tahap akhir ada yang memutuskan untuk berpisah. Namun jika salah satu bersedia mengendalikan diri maka chemistry bisa di bentuk kembali dengan membuka lembaran yang baru." 

Efnie mengatakan bahwa belum ada satu patokan yang pasti tentang seberapa lama kondisi tak solid bisa dipertahankan, "Namun yang jelas mereka seringkali menjalani kehidupan masing-masing," jelas Efnie.

Efek Negatif Bagi Anak-anak
"Selayaknya keluarga adalah sumber kasih sayang bagi anak," ucap Efnie. Maka jika kondisi ayah dan ibunya tidak lagi mencintai menurut Efnie maka kehangatan di dalam keluarga tidak lagi didapatkan oleh anak. 

"Anak-anak yang dibesarkan tanpa kehangatan dan kasih sayang yang cukup akan membuat mereka menjadi pribadi yang tidak bahagia dan rentan bermasalah dalam relasi sosial," tukas Efnie.


("Anak-anak yang dibesarkan tanpa kehangatan dan kasih sayang yang cukup akan membuat mereka menjadi pribadi yang tidak bahagia dan rentan bermasalah dalam relasi sosial," tukas Efnie. Foto: Juliane Liebermann/Unsplash.com)

"Bagi masing-masing pasangan seringkali kondisi ini membawa dampak pada fisik dan mental. Pada fisik berupa munculnya psikosomatis, pada mental munculnya stres dalam level medium sampai level yang berat," papar Efnie.

Jalan Keluar dari Masalah
Bagi Efnie tentu saja penting untuk terus berusaha dari kedua belah pihak. "Salah satu harus ada yang mau dengan keikhlasan untuk memulai kembali lembaran baru agar chemistry kembali terbentuk," pesan Efnie.

"Jika hal ini tidak dilakukan maka perpisahan akan terjadi. Jika perlu, libatkan ahli family therapy untuk membantu proses pemulihan kondisi hubungan suami istri. Ini akan sangat baik," tutup Efnie.















Konsultan: Efnie Indrianie, M.Psi
Psikolog anak, remaja, dan keluarga 
Fakultas Psikologi, Universitas Kristen Maranatha, Bandung








(TIN)