Bekraf Bawa 14 Merek Fesyen Indonesia ke Rising Fashion Singapura

Elang Riki Yanuar    •    Kamis, 26 Jul 2018 20:04 WIB
fashion showbekraf
Bekraf Bawa 14 Merek Fesyen Indonesia ke Rising Fashion Singapura
Jumpa pers 14 merek fesyen asal Indonesia tampil dalam ajang Rising Fashion 2018 (Foto: dok. bekraf)

Jakarta: Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura memfasilitasi 14 merek fesyen asal Indonesia untuk tampil dalam ajang Rising Fashion 2018. Ajang yang digelar 1-31 Agustus 2018 ini diharapkan minat dunia internasional terhadap merek fesyen Tanah Air.  

Menurut Deputi Pemasaran Bekraf Joshua Puji Simanjuntak, 14 merek lokal itu akan mendapat fasilitas penuh di ajang yang digelar di Paragon Mal Singapura itu. Untuk gelombang pertama akan digelar pada 1-15 Agustus 2018 dan diisi oleh merek Purana, Saul, Nataoka, Hunting Fields, Maison Met, Pattent Goods dan Oaksva Jewellery. Sementara untuk gelombang kedua digelar pada 16-30 Asgutus 2018 akan diisi oleh Woodka, Bermock, Danjyo Hiyojo, Alexaalexa, D.tale, Jeffey Tan dan Diniira.

"Penyelenggaran Rising Fashion ini diharapkan dapat menjadi salah satu sarana promosi produk fesyen Indonesia secara global," kata Joshua dalam keterangan tertulisnya.

Rising Fashion merupakan kegiatan yang diadakan untuk memperingati momen 50 tahun hubungan bilateral Indonesia dan Singapura. Pemilihan 14 merek yang ditampilkan pun melalui seleksi ketat.

"Kami mempercayakan pada tim kurator dalam memilih brand-brand yang terpilih, serta sangat detail dalam koorporasinya, keunikan desain menjadi salah satu poin. Dan kemampuan dalam melakukan ekspor, dalam artian siap stok saat banyak orderan," jelas Direktur Pemasaran Luar Negeri Bekraf Boni Pudjianto.

Bisa diajak dalam ajang internasional tentu jadi kebanggaan tersendiri bagi salah satu peserta Rising Fashion seperti Diandra dari Oaksva Jewellery yang memproduksi gelang, kalung, cincin dengan bahan baku utamanya resin .

"Ini pertama kali kami terlibat dengan Bekraf, akhirnya kami daftar dan dapat kesempatan. Awalnya Bekraf open call terus dikurasi, diwawancarai dan akhirnya dipilih," kata Diandra.


 


(ELG)