Aneka Warna Kain Jumputan akan Digunakan di Prosesi Pernikahan Kahiyang-Bobby

Pythag Kurniati    •    Minggu, 05 Nov 2017 12:50 WIB
jokowi mantu
Aneka Warna Kain Jumputan akan Digunakan di Prosesi Pernikahan Kahiyang-Bobby
Kain jumputan yang digunakan untuk acara pengajian dan panitia diberi pola tertentu. Motif jumputan, lanjutnya, diberi nama gempol rante tumpal mangga. (Foto: Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Solo: Aneka warna kain jumputan bakal digunakan dalam rangkaian prosesi pernikahan putri presiden Kahiyang Ayu dan Muhammad Bobby Afif Nasution. Keluarga presiden memesan kain tersebut dari perajin kain jumputan ‘Pradana Jumput Solo’.

Pemilik usaha kain jumputan, Rita Andriyastuti mengungkapkan, kain jumputan adalah salah satu kain khas yang dibuat dengan teknik ikat celup. Disebut jumputan karena kain melalui proses diikat atau dijumput.

Rita mengatakan, untuk prosesi pernikahan Kahiyang-Bobby, keluarga presiden memesan sekitar 200 kain jumputan. Terdiri dari selendang atau yang kerap disebut rimong serta angkin (semacam setagen).

Selendang atau rimong berukuran kurang lebih 57x180 sentimeter. Sedangkan angkin memiliki ukuran 27x180 sentimeter.

“Kemungkinan digunakan pada saat acara pengajian dan juga digunakan panitia,” kata Rita saat ditemui di rumahnya, Jalan Mangesti Utara, Griya Kusuma Nomor A26, Gentan, Baki, Sukoharjo, Minggu, 5 November 2017.


(Rita memegang contoh kain jumputan. Foto: Foto: Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

(Baca juga: Perajin Kain Jumputan Membuat Motif Khusus untuk Busana Siraman Putri Presiden)

Adapun untuk acara pengajian, lanjutnya, keluarga presiden memesan warna hijau tua, tosca serta biru donker. “Kemudian 100 kain jumputan lainnya, dipesan dalam enam warna, merah, tosca, hijau botol, hijau pupus, kuning, biru muda,” papar dia.

Bahan yang digunakan pun beragam. Mulai dari rayon, semi sutra hingga sutra krep. 

Kain jumputan yang digunakan untuk acara pengajian dan panitia diberi pola tertentu. Motif jumputan, lanjutnya, diberi nama gempol rante tumpal mangga.

“Ada beberapa bagian yang berjajar menyerupai rantai, dan bagian yang mirip mangga,” jelasnya.

Proses pengerjaan kainnya, benar-benar dibuat penuh dengan sentuhan tangan (handmade). Kain putih dipotong kemudian digambar pola dan dijahit.

Selanjutnya kain ditambahkan dengan rumbai plintir. “Lalu dibundel, dijumput, di warna kemudian ditolet (diberi titik),” ujar dia. Untuk merampungkan pesanan presiden ini, ia melibatkan kurang lebih 20 tenaga kerja.










(TIN)