Bocah Laki-Laki Ini Menjadi Seniman Tato di Usia 12 Tahun

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 25 Nov 2017 19:33 WIB
anak berprestasi
Bocah Laki-Laki Ini Menjadi Seniman Tato di Usia 12 Tahun
Ezrah Dormon (Foto: via metro.co.uk)

Jakarta: Saat berusia 12 tahun, umumnya anak-anak sibuk bermain dan belajar. Namun, tidak dengan Ezrah Dormon. Dia sudah bisa menjadi pembuat tato termuda di dunia.

Karena belum cukup umur untuk memiliki tato sendiri, anak laki-laki asal Panama City itu pun menyalurkan kesenangannya pada seni tersebut pada orang lain.

Ia mulai memelajari cara membuat tato enam bulan lalu dan klien pertamanya adalah ibunya sendiri Wynter Rosen, dengan gambar bunga mawar kecil di tangan. Kini, ia sudah menato 25 orang.

Ezrah belajar membuat tato dari seniman tato Ali Garcia dan kini telah memiliki studio tato sendiri yang merupakan rumahnya, Honolulu Tattoo.

"Pertama kali di-tato oleh Ezrah adalah hal yang mengejutkan, tak direncanakan. Itu adalah salah satu momen dimana saya berpikir: Baiklah, mari coba!" ujar Wynter.

Ia melihat ke tangan kecil anak laki-lakinya yang baru berusia 12 tahun dan merasakan berbagai emosi.

Sementara, Ezrah mengaku ia sangat bersemangat dengan aktivitas tersebut, seperti bagaimana senangnya ia terlibat dalam hal-hal penting dalam kehidupan kliennya.

"Ini adalah sesuatu yang membuat saya ingin mendedikasikan diri. Saya sangat senang dapat membantu memeringati momen dalam hidup mereka, di mana mereka berbagi cerita dengan saya dan saya membagikannya dengan dunia," tuikas Ezrah.

Ali Garcia mengajarkan banyak hal pada Ezrah dalam bidang tersebut, seperti kreativitas, trik berdagang, serta kebersihan dan pengoperasian mesin tato dengan benar.

"Ali menghabiskan banyak sekali waktu dengan Ezrah, mengajarkan berbagai hal seperti kebersihan, menggunakan mesin, membangun studio, dan memasang harga, segala hal yang membuatnya kelak akan menjadi seniman tato yang hebat," ujar Wynter.

Anak lelaki berambut gondrong tersebut belajar membuat tato menggunakan buah terlebih dahulu, seperti anggur, yang merupakan pengganti kulit manusia.

"Saat ini saya tak memiliki gaya, saya hanya mengacu pada tradisional. Mungkin beberapa tahun lagi saya akan mengembangkan gaya sendiri, yang unik," ujar Ezrah yang berencana ingin memiliki tato saat berusia lebih tua, sekitar 21 tahun.

 


(ELG)