Seberapa Sering Baiknya Pasangan Baru Jadian Bertemu?

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 03 Jan 2018 16:49 WIB
romansa
Seberapa Sering Baiknya Pasangan Baru Jadian Bertemu?
Scott Carroll, psikiater dan penulis buku Don’t Settle: How to Marry the Man You Were Meant For, percaya bahwa kunci kebahagiaan dalam sebuah hubungan tergantung pada seberapa sering pasangan bertemu. (Foto: Pixabay.com)

Jakarta: Sebuah studi mengklaim bahwa pasangan yang baru mulai berkencan sebaiknya mengurangi intensitas waktu bertemu. 

Pada tahap awal sebuah hubungan, semangat untuk melihat orang baru membuat seseorang ingin menghabiskan waktu sebanyak mungkin dengan pasangan. Namun, hal tersebut tidak disarankan. 

Scott Carroll, psikiater dan penulis buku Don’t Settle: How to Marry the Man You Were Meant For, percaya bahwa kunci kebahagiaan dalam sebuah hubungan tergantung pada seberapa sering pasangan bertemu, yang disarankan adalah dua kali seminggu. 

"Penting untuk tetap bertahan dua kali seminggu hanya agar Anda memiliki banyak waktu untuk memberi perasaan terdalam Anda meresapi dari alam bawah sadar Anda," katanya kepada Bravo TV.

"Perasaan yang dalam tersebut penting karena akan membantu seseorang melihat isu atau masalah dengan kesenangan pasangan baru."

Dr Seth Meyers, psikolog klinis berlisensi dan penulis, baru-baru ini menulis tentang bagaimana seringnya bertemu dengan pasangan dapat memberi efek negatif pada hubungan ke depannya. 


(Scott Carroll, psikiater dan penulis buku Don’t Settle: How to Marry the Man You Were Meant For, percaya bahwa kunci kebahagiaan dalam sebuah hubungan tergantung pada seberapa sering pasangan bertemu. Foto: Pixabay.com)

(Baca juga: Cinta yang Berlebihan Bisa Memicu Perpisahan)

"Sebagai psikolog yang bekerja dengan klien yang memiliki masalah hubungan, saya dapat membagikan informasi anekdot yang merupakan faktor penyebab rusaknya banyak hubungan di awal adalah kecenderungan untuk terburu-buru," tulisnya di Psychology Today.

"Ketika beberapa pasangan berpikir bahwa bertemu setiap malam di awal hubungan adalah baik, ini bukanlah formula yang dapat menciptakan hubungan jangka panjang yang sukses."

Ia menjelaskan bahwa melihat pasangan baru terus-menerus dapat meningkatkan kedekatan secara fisik dan seksual, yang juga berisiko mengalami emosi intens terlalu cepat. 

"Masalah dinamis ini adalah jika bertemu terlalu sering di awal hubungan maka akan menempa ilusi keintiman dan ketergantungan, meskipun setiap orang tahu bahwa dibutuhkan waktu berbulan-bulan - atau bahkan bertahun-tahun - untuk benar-benar mengenal seseorang."

Namun, Meyers mengakui bahwa jika pasangan benar-benar bermaksud untuk tetap bersama, saling bertemu beberapa kali dalam seminggu seharusnya tidak membuat perbedaan.











(TIN)