Memaknai Kembali Quality Time Bersama Keluarga

   •    Selasa, 26 Dec 2017 13:51 WIB
keluarga
Memaknai Kembali Quality Time Bersama Keluarga
Ilustrasi. (Metrotvnews.com)

Jakarta: Semua orang pasti ingin buah hatinya tumbuh menjadi anak yang baik, anak yang sesuai dengan nilai-nilai hidup yang orang tua ajarkan.

Namun terkadang orang tua justru terjebak pada 'agitasi' atau pendapat orang lain bahwa orang tua bekerja adalah orang tua yang tidak bisa mengurus anaknya, dan begitu pun sebaliknya.

Padahal menurut motivator Abah Ihsan dalam I'm Possible mengatakan untuk melihat orang tua yang mengurus sendiri anaknya dengan yang tidak sangat sederhana. Bisa dimulai dari apakah orang tua menyediakan waktu atau tidak untuk anaknya.

Menurut Abah, orang tua yang menyediakan waktu untuk anak adalah orang tua yang ketika bertemu anak bisa memberikan pengaruh baik pada mereka.

"Kan ada orang tua yang setiap hari bertemu dengan anak tetapi tidak memberikan pengaruh apa-apa pada anaknya. Karena dia hanya di dekat anak bukan bersama anak. Tanya pada diri sendiri setiap hari berapa banyak waktu bersama anak," katanya, Minggu 25 Desember 2017.

Bagi Abah Ihsan, menjadi orang tua yang baik bagi anak tak berarti harus menyediakan waktu selama 24 jam. Karena sesungguhnya anak tidak butuh waktu dengan orang tua selama 24 jam penuh.

Buktinya, kata Abah, ketika anak bermain bersama teman-temannya dan orang tua ikut andil di dalamnya bukan tidak mungkin anak justru merasa tak nyaman.

Abah mengatakan harus disadari bahwa intervensi orang tua yang bisa dilakukan secara penuh kepada anak hanya berlaku sampai mereka berusia 12 tahun. Ketika anak sudah duduk di bangku SMP intervensi orang tua hanya tinggal 60 persen, sisanya mereka menjadi diri mereka sendiri.

Pun ketika anak sudah duduk di bangku SMA, intervensi orang tua hanya sekitar 40 persen. Artinya, semakin besar usia anak intervensi orang tua akan semakin sedikit. Mereka akan menjadi diri mereka sendiri.

"Makanya, waktu pagi sampai sore silakan urus pekerjaan jangan menjadikan anak sebagai hambatan untuk berkembang, tetapi ketika di rumah ayo urus anak-anak kita, keluarga kita," pungkasnya.




(MEL)