Jangan Paksa Anak untuk Aktif, Ini Alasannya

Timi Trieska Dara    •    Senin, 17 Sep 2018 14:06 WIB
perkembangan anak
Jangan Paksa Anak untuk Aktif, Ini Alasannya
Jika anak Anda merasa bahwa ia dipaksa berolahraga, ia cenderung tidak aktif secara fisik. Sebaliknya, seorang anak yang merasa mengendalikan aktivitas fisiknya lebih mungkin untuk berolahraga. (Foto: Adrià Crehuet Cano/Unsplash.com)

Jakarta: Jika anak Anda merasa bahwa ia dipaksa berolahraga, ia cenderung tidak aktif secara fisik. Sebaliknya, seorang anak yang merasa mengendalikan aktivitas fisiknya lebih mungkin untuk berolahraga, demikian hasil sebuah penelitian baru.

Penelitian yang diterbitkan di Medicine & Science in Sports & Exercise menemukan bahwa pelajar sekolah menengah pertama yang tidak merasa mengontrol pilihan olahraga mereka biasanya kurang aktif. 

Para peneliti juga menemukan bahwa anak-anak yang merasa mengendalikan aktivitas mereka lebih cenderung melihat diri mereka sebagai seseorang yang berolahraga. Itu membuat mereka lebih cenderung berolahraga.

(Baca juga: 4 Langkah Mengembangkan Potensi Anak)


(Para peneliti berencana mencari cara untuk membantu anak-anak yang lebih muda mengidentifikasi diri mereka sebagai seseorang yang berolahraga, sehingga mereka akan lebih mungkin untuk melanjutkan gaya hidup aktif di sekolah. Foto: Allen Tylor/Unsplash.com)

Penelitian yang dilakukan oleh University of Georgia, ini difokuskan pada kelompok usia remaja awal karena ini adalah waktu yang sangat penting untuk olahraga. Anak-anak biasanya menurunkan tingkat aktivitas mereka hingga 50 persen antara kelas 5 dan 6, kata penulis utama Rod Dishman dalam rilis berita penelitian.

Selanjutnya, para peneliti berencana mencari cara untuk membantu anak-anak yang lebih muda mengidentifikasi diri mereka sebagai seseorang yang berolahraga, sehingga mereka akan lebih mungkin untuk melanjutkan gaya hidup aktif di sekolah menengah dan seterusnya.

"Seperti halnya anak-anak yang tertarik pada musik dan seni, ada anak-anak yang tertarik pada aktivitas fisik," kata Dishman. "Tapi yang Anda inginkan adalah menarik anak-anak yang mungkin tidak tertarik pada suatu kegiatan."




(TIN)