Kenali Good Touch dan Bad Touch, Pelajaran Penting Si Kecil Cegah Pedofilia

Yatin Suleha    •    Senin, 26 Nov 2018 08:00 WIB
keluargapedofilia
Kenali Good Touch dan Bad Touch, Pelajaran Penting Si Kecil Cegah Pedofilia
Berikut adalah tips agar si kecil terhindar dari pedofilia. (Foto: Alezander Dumm/Unsplash.com)

Jakarta: Mungkin sudah berlalu beberapa kasus pedofilia yang pernah terjadi. Namun pelajaran pentingnya adalah bagaimana kita bisa membekali diri dengan pengetahuan agar si kecil aman dari gangguan pedofilia. 

Pedofilia sendiri adalah kelainan seks karena menyukai anak-anak. Banyak pelaku pelecehan anak tidak akan benar-benar mulai beraksi kepada anak sampai kepercayaan telah diperoleh. 

Untuk itu, psikolog klinis anak, perkembangan anak, anak berkebutuhan khusus, serta psikologi keluarga, Jovita Maria Ferliana, M. Psi, pemilik sekolah Little Shine Preschool dan psikolog anak dan keluarga dari RS Royal Taruma memberikan beberapa saran.

(Baca juga: Cara Hindari Pedofil: Orang Tua Luangkan Waktu untuk Anak-anak)

Ajarkan good touch dan bad touch berkali-kali

1. Berkali-kali
Menurut psikolog Jovita, anak harus diingatkan berkali-kali, walaupun terdengar membosankan. Namun, anak mudah lupa, sehingga harus diingatkan berkali-kali tentang 'Sebut siapa saja yang boleh memegang area vital anak'. 

Untuk anak 5 tahun ke bawah, ajarkan bahwa hanya ibu/ayah/pengasuh yang dipercaya orang tua yang boleh melihat dan menyentuh area vitalnya (itupun untuk keperluan membantu si kecil, misal: membersihkan dubur setelah selesai BAB). 

Demikian pula dengan private area, hanya boleh dilihat oleh ibu/ayah/pengasuh yang dipercaya orang tua (itupun hanya semata-mata untuk keperluan membantu si kecil). 

Demikian saat diperiksa oleh tenaga kesehatan, ibu berada di dalam ruangan untuk menemani si kecil.

Di atas usia tersebut, anak sudah harus mandiri dalam membersihkan alat kelamin dan private areanya (oleh karena itu, orang tua sangat memegang peranan dalam mengajarkan kemandirian anak).


(Untuk anak 5 tahun ke bawah, ajarkan bahwa hanya ibu/ayah/pengasuh yang dipercaya orang tua yang boleh melihat dan menyentuh area vitalnya. Foto: Jonathan Daniels/Unsplash.com)

2. Ulangi
Ulangi dengan bertanya pada anak, area mana sajakah yang tidak boleh dipegang oleh orang lain. 

3. Berteriak
Ajarkan anak untuk berteriak sekencang-kencangnya jika ada orang lain yang memegang area vitalnya. Dengan pelatihan sehari-hari anak mudah tanggap dengan tindakan orang yang tidak sesuai.

4. Bercerita
Ajarkan jika si kecil dipegang empat area vitalnya, untuk bercerita langsung dan bilang pada ibu, ayah, nenek, kakek atau pengasuhnya.

5. Beri keterangan
Berikan keterangan bahwa good touch dilakukan dengan kasih sayang misalnya dari ibu, ayah, nenek, kakek, atau kakak kepada si kecil.

6. Beri tahu tentang bad touch
Sedangkan bad touch dilakukan orang lain dengan maksud tidak baik. 




(TIN)