3 Mitos dan Fakta Tentang Seks di Usia 50 Tahun

Yatin Suleha    •    Selasa, 16 May 2017 14:06 WIB
seks dan kesehatan
3 Mitos dan Fakta Tentang Seks di Usia 50 Tahun
Mitos: Semakin tua laki-laki, ia semakin kehilangan kemampuannya untuk ereksi. Faktanya, usia tua tidak ada hubungannya dengan disfungsi ereksi. (Foto: Neil Rosenthal)

Metrotvnews.com, Jakarta: Banyak yang membayangkan bahwa seks setelah usia menginjak kepala lima merupakan sebuah mimpi buruk. Seperti dilansir dari Rd.com, berikut ini adalah mitos dan fakta yang sering kita dengar seputar aktivitas seks di usia 50-an:

(Baca juga: 10 Tanda Kehidupan Seks yang Sehat)

1. Keinginan seks
Mitos: Keinginan seks di usia 50-an akan menurun tajam.
Fakta: Survei yang diadakan oleh National Council on Aging mengatakan bahwa tidak ada limit dalam melakukan seks berkaitan dengan usia. Kepuasan dalam seks sangat berkaitan dengan kualitas hubungan Anda serta pasangan, sama seperti saat Anda dan pasangan waktu masih berusia lebih muda.

Survei tersebut menyatakan bahwa diantara pasangan yang telah menginjak usia lebih dari 60 tahun dan rutin melakukan hubungan dengan pasangannya, 74 persen laki-laki dan 70 persen wanita mengatakan bahwa dalam seks mereka merasa lebih puas jika dibandingkan ketika mereka berusia 40-an.



2. Tidak mampu ereksi

Mitos: Semakin tua laki-laki, ia semakin kehilangan kemampuannya untuk ereksi.
Fakta: Usia tua tidak ada hubungannya dengan disfungsi ereksi. Walau, tingkat hormon juga ikut berpartisipasi atas perubahan yang terjadi. Seorang laki-laki yang telah menginjak usia 50 tahunan membutuhkan stimulasi fisik untuk merasa terangsang, dan ereksinya mungkin tidak sama ketika mereka berusia lebih muda. 

Ketika usia 25 tahunan, seorang laki-laki mampu mengalami ereksi kedua dengan cepat setidaknya 15 menit setelah ejakulasi, sedangkan seorang laki-laki yang berusia 50 tahunan membutuhkan beberapa jam.

3. Kadar orgasme 
Mitos: Seorang wanita yang telah menginjak usia 50 tahunan akan sedikit demi sedikit kehilangan kemampuan orgasmenya.
Fakta: Tidak benar. Justru banyak wanita mengungkapkan kenikmatan seksualnya semakin meningkat setelah menopause, termasuk juga intens dalam orgasme.






(TIN)