Tips Menciptakan Generasi Sukses dari Milyarder Asal Filipina

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 31 May 2017 12:41 WIB
keluarga
Tips Menciptakan Generasi Sukses dari Milyarder Asal Filipina
(Foto: BBC)

Metrotvnews.com, Jakarta: Salah satu orang terkaya di Filipina yang merupakan milyarder termuda versi Forbes Asia tahun 2016, Edgar “Injap” Sia II, memberikan beberapa tips kepada orangtua dalam mendidik anak agar bisa sepertinya. Saran-saran tersebut dia tuangkan dalam buku berjudul Life Principles.

Berikut empat poin penting yang dipetik dari buku tersebut, seperti dilansir dari Independent.

1. Menjadi panutan bagi anak

"Sebagai generasi kedua keluarga imigran, orangtua saya terus berjuang dan menanamkan nilai kerja keras dan integritas kepada anak-anaknya. Kami melihat bagaimana pengabdian mereka dalam membangun bisnis dari awal dan bagaimana hubungan mereka," ujar pria berusia 33 tahun tersebut.

Ia menambahkan, semangat wirausahanya muncul dari cara dia memehatikan bagaimana orang tuanya melakukan semua sendiri. Jadi, sudah selayaknya orangtua memberikan teladan yang baik agar sang anak bisa mengikuti kesuksesan orangtuanya.

2. Beri anak tanggung jawab

Membantu orang tua berdagang sejak berusia 8 tahun membuat jiwa bisnis Injap tumbuh secara alami. Saat itu, ia diberi tanggung jawab menyegel plastik permen dan gula pasir dengan menggunakan lilin. "Kami akhirnya mulai menggunakan penyegel elektrik kemudian, sebuah perubahan kecil namun dapat meningkatkan kerja," kata dia.

Menurut Injap, tanggungjawab dan kepercayaan yang diberikan dapat membuat anak merasa percaya diri dan yakin bahwa mereka memiliki kemampuan.

3. Mengajarkan kerja keras

Injap tidak lahir dalam kondisi keluarga yang sudah kaya. Semua kekayaannya adalah buah kerja keras yang dirintis selama bertahun-tahun. "Bertahun-tahun saya belajar dan melihat bagaimana orang tua saya mendirikan bisnis.Jadi tanpa mereka sadari, mereka memberikan saya banyak wawasan," tukasnya.

Hal tersebutlah yang kemudian menjadi penyemangatkanya mendirikan Mang Inasal, restoran cepat saji panggang dengan berbagai cabang di Filipina. Selama tahun-tahun awal pengembangan, banyak kerugian ia alami. Namun, ia tak menyerah.

4. Ajarkan nilai agar tetap stabil dan rendah hati

Menjadi milyarder di usia 33 tahun bukan hanya menjadi penanda kesuksesannya, tetapi juga ujian. "Ini adalah tes bagi kepribadian dan karakter Anda. Saya berterima kasih atas nilai-nilai yang telah ditanamkan oleh orang tua saya pada kami anak-anaknya. Hal itu yang membuat saya dapat tetap menjadi rendah hati," katanya.
 


(DEV)