Tanda-tanda Anak Jadi Korban Bullyng di Sekolah

Sri Yanti Nainggolan    •    Minggu, 14 May 2017 12:37 WIB
bullying
Tanda-tanda Anak Jadi Korban Bullyng di Sekolah
Ilustrasi (Foto: The List)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bullyng adalah salah satu problematika yang kerap dialami anak-anak, baik di lingkungan sekitar maupun sekolah. Bagi para orangtua, penting mengetahui bagaimana anak mendapat perlakuan di luar rumah.

Berikut adalah beberapa pertanda anak mengalami perilaku tak menyenangkan di sekolah, seperti bullyng.

 
1. Tampak depresi
 
Ketika anak diperlakukan tak baik di sekolah, kemungkinan mereka akan mengalami depresi. Sebuah studi tentang bully di Amerika menyebutkan bahwa anak muda yang di bully secara umum menunjukkan tingkat kecemasan, depresi, merasa tak aman, kesepian, dan tak bahagia lebih tinggi. 
 
2. Kebiasaan makan berubah
 
Perubahan kebiasaan makan dari yang awalnya senang makan menjadi enggan makan kemungkinan adalah salah satu dampak dari orang-orang di sekolah yang senang mengambil jatah makan anak. 
 
"Seorang anak akan mengalami penurunan nafsu makan dan pola makan seperti menolak makan di sekolah, menyembunyikan, atau tak menghabiskan makanan," ujar Mayra Mendez, Ph.D., seorang psikoterapis berlisensi di Pusat Pengembangan Keluarga dan Keluarga Providence Saint John memberi contoh. 
 
Dampak lain yang terasa adalah penurunan berat badan dimana sebaiknya Anda mulai membicarakannya dengan anak. 
 
3. Tidur bermasalah
 
Anak yang mengalami mimpi buruk lebih sering dari biasanya, kerap terbangun tengah malam, atau lebih suka tidur dibandingkan beraktivitas perlu mendapat perhatian. 
 
"Salah satu efek dari bully adalah masalah tidur sehingga mereka tak mendapatkan kebutuhan istirahat yang tepat," tukas Mendez. 
 
4. Lebih suka sendiri
 
Mengisolasi diri dari lingkungan sosial secara mendadak adalah salah satu pertanda dari korban bully atau bahkan berpotensi menjadi korban bully di kemudian hari. 
 
"Mereka yang mengalami bully memiliki kesulitan yang lebih besar untuk berteman, menjalin hubungan, dan sering kesepian," demikian menurut sebuah studi tahun 2001 yang dipimpin oleh Drs. Nansel, Overpeck. 
 
5. Tak ingin ke sekolah
 
Ini adalah pertanda paling wajar dimana biasanya anak menggunakan alasan sakit. Anak merasa lebih nyaman di rumah karena tidak ada yang mengganggu. 
 
"Anak yang mengalami bully setiap hari cenderung melindungi diri dengan cara tidak masuk sekolah," tukas konsultan pendidikan James Dillon. Selain itu, bully dapat memengaruhi kepercayaan diri, harga diri, dan rasa aman anak. 
 
6. Memiliki pandangan negatif pada diri sendiri
 
Saat anak merasa malu atau trauma di satu fase hidup, masalah itu akan berlanjut seumur hidup. Terkadang Terkadang anak mendefinisikan dirinya seperti bagaimana ia di bully. Anak yang mendapatkan gangguan karena kekurangannya akan merasa rendah diri dan berpendapat bahwa dirinya kurang layak. 
 

(DEV)