Cuaca Panas Berpengaruh Terhadap Perilaku

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 28 Jun 2017 17:03 WIB
kepribadian
Cuaca Panas Berpengaruh Terhadap Perilaku
Ilustrasi (Foto: UniversityofQueensland)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam European Journal of Social Psychology menyebutkan bahwa rasa tak nyaman akibat kepanasan membuat seseorang malas menolong sesama. 

Ini adalah studi pertama yang memelajari hubungan antara suhu lingkungan dengan perilaku prososial, perbuatan tanpa pamrih yang menguntungkan orang lain, organisasi, atau masyarakat secara keseluruhan, tapi tidak secara eksplisit pada diri kita sendiri.

Para peneliti asal Lehigh University dan Northwestern University melakukan tiga percobaan untuk membuktikannya. Pertama, mereka menemukan bahwa karyawan toko eceran ternyata 50 persen lebih kecil untuk terlibat dalam perilaku prososial seperti secara sukarela membantu pembeli, mendengarkan secara aktif dan memberi saran; saat bekerja dalam toko dengan cuaca panas dibanding saat kondisi normal. 

Pada percobaan kedua, bahkan hanya memikirkan suhu panas sudah cukup untuk memengaruhi perilaku membantu. Setengah dari peserta survei daring dibayar untuk mengingat situasi dimana mereka tak merasa nyaman, dan kemudian mereka diminta lagi untuk mengisi sebuah survei tanpa bayaran tambahan. Hanya 34 persen dari mereka yang mau melengkapi survei tambahan, sementara 76 persen dari kelompok kontrol bersedia melakukan hal serupa. 

Pada percobaan terakhir, para peneliti meminta para mahasiswa untuk duduk di ruang kelas bersuhu  69 derajat fahrenheit atau ruang 80 derajat fahrenheit untuk mengisi survei yang akan menguntungkan organisasi nirlaba lokal. Hanya 64 persen dari mereka yang berada di ruang panas yang setuju untuk menjawab minimal satu pertanyaan, dibandingkan dengan 95 persen mahasiswa yang duduk di ruangan yang sejuk. 

Para peneliti menyimpulkan bahwa lingkungan panas dan lembab meningkatkan kelelahan dan mengurangi suasana hati positif, yang secara langsung menyebabkan perilaku malas membantu. 

"Meskipun seseorang tidak dapat mengendalikan atau mengubah cuaca itu sendiri, adalah layak untuk mengendalikan lingkungan sekitar seseorang," demikian menurut para peneliti. 

(ASA)