Perlukah Memberi Uang Ketika Anak Anda Melakukan Sesuatu?

Raka Lestari    •    Kamis, 05 Apr 2018 16:59 WIB
keluargaperkembangan anak
Perlukah Memberi Uang Ketika Anak Anda Melakukan Sesuatu?
Seorang psikolog, Dr Denise Cummins khawatir jika anak-anak selalu diberikan uang ketika mereka berhasil mengerjakan sesuatu maka itu akan membuat anak-anak menjadi seseorang penuntut. (Foto: Karl Fredrickson/Unsplash.com)

Jakarta: Memberikan tugas kepada anak-anak Anda sangat bermanfaat karena dengan begitu mereka akan belajar untuk bertanggung jawab terhadap suatu pekerjaan. 

Namun, ada banyak pendapat yang berbeda mengenai apakah sebaiknya memberikan anak Anda sejumlah uang ketika mereka bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik. Apa yang sebaiknya dilakukan oleh orang tua ketika anak-anaknya bisa mengerjakan tugasnya dengan baik?

Para ahli menyebutkan bahwa sebaiknya tidak perlu memberikan uang ketika mereka berhasil mengerjakan sebuah tugas. Hal ini berbeda dengan ketika Anda memberikan anak-anak sejumlah uang untuk mengajarkan bagaimana cara mereka mengelola uang yang dimiliki. 

"Jika anak-anak diberikan uang ketika mereka berhasil mengerjakan sesutau, maka ketika mereka tidak membutuhkan uang mereka pun tidak memerlukan untuk mengerjakan pekerjaan rumah, seperti membantu Anda ketika berada di dapur," tulis dalam laman Huffingtonpost.com.

Gail Vaz-Oxlade pengarang buku Money-Smart Kids mengatakan, "Uang saku adalah uang yang Anda berikan kepada anak Anda ketika untuk memenuhi kebutuhan harian mereka. Bisa diberikan secara harian, mingguan, ataupun bulanan."

(Baca juga: 6 Tahap Tumbuh Kembang Anak yang Harus Diketahui Orangtua)


(Para ahli menyebutkan bahwa sebaiknya tidak perlu memberikan uang ketika mereka berhasil mengerjakan sebuah tugas. Foto: Frank Mckenna/Unsplash.com)

"Namun, jika uang saku tersebut habis sebelum waktunya, maka itu menjadi pelajaran untuk mereka agar mengelola uang dengan baik," tambah Vaz-Oxlade.

Seorang psikolog, Dr Denise Cummins khawatir jika anak-anak selalu diberikan uang ketika mereka berhasil mengerjakan sesuatu maka itu akan membuat anak-anak menjadi seseorang yang penuntut. 

"Mereka akan mempercayai bahwa orang dewasa atau orang-orang yang berkuasa akan memberikan apa yang mereka inginkan hanya karena mereka menginginkannya." 

Ahli keuangan pribadi Lauren Greutman juga percaya jika membayar anak-anak untuk mengerjakan pekerjaan rumah akan membuat mereka selalu meminta bayaran. 

Misalnya, mereka akan meminta upah ketika mereka harus membuang sampah, membersihkan kamar mandi, dan lainnya. "Padahal sebenarnya hal tersebut adalah suatu kewajiban sebagai seorang anak kecuali jika ada orang lain seperti asisten rumah tangga yang mengerjakannya, tentunya mereka harus mendapatkan upah yang sesuai dengan pekerjaan yang mereka lakukan."







(TIN)