Abusive Parenting Bisa Menurun ke Generasi Selanjutnya

Raka Lestari    •    Rabu, 09 May 2018 11:33 WIB
tumbuh kembang anak
Abusive Parenting Bisa Menurun ke Generasi Selanjutnya
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Abusive parenting atau pola pengasuhan yang dilakukan secara kasar bisa terjadi secara verbal atau fisik. Terlepas dari bentuk kekerasan apa yang dilakukan orang tua, itu bisa meninggalkan bekas bersama anak-anak hingga dewasa dan ketika mereka menjadi orang tua.

Menurut Gulf News, penelitian baru-baru ini menyebutkan bahwa abusive parenting dapat diwariskan, yang berarti itu bisa memengaruhi generasi ke generasi.  Tetapi dengan langkah yang tepat, orang tua dapat memutus siklus tersebut sehingga mereka tidak mengulangi perilaku kasar yang sama dari orang tua mereka sendiri.

Survey Harris Poll yang dilakukan pada 2013  menemukan bahwa 81 persen orang tua percaya bahwa memukul adalah bentuk disiplin yang kadang-kadang dapat diterima, dan dua pertiga mengatakan bahwa mereka pernah melakukannya terhadap anak-anak mereka, menurut Gulf News.

Penelitian selama bertahun-tahun telah menyarankan bahwa hukuman fisik dan verbal yang keras keduanya tidak efektif dan berbahaya, dan hal itu dapat menyebabkan masalah perilaku dan fisik yang memengaruhi mereka sampai dewasa. 

Dilansir dari Romper, hukuman fisik yang keras berhubungan dengan meningkatknya kemungkinan perilaku kasar yang dilakukan anak-anak, termasuk emotional abuse, sexual abuse, physical abuse, bahkan kekerasan terhadap pasangan.

"Jika Anda pernah mendapatkan perilaku kasar atau pelecehan, Anda kemungkinan akan menjadi pelaku kedepannya," kata Susan Newman, seorang psikolog sosial. Untuk memutus siklus tersebut, Newman memberikan beberapa saran. 

Pertama, dengan mengakui kesalahan tersebut. Kemudian jauhkanlah diri Anda dari hal-hal yang bisa menyakiti Anda, yang bisa membuat Anda melampiaskannya kepada anak Anda. Selanjutnya, kuburlah emosi negatif serta alihkan pikiran Anda untuk melakukan hal lain.

Lihat video:




(DEV)