Pentingnya Mengecek Aktivitas Daring Anak

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 11 May 2018 15:23 WIB
keluargaperkembangan anak
Pentingnya Mengecek Aktivitas Daring Anak
Anak bisa mendapat pengaruh dari mana saja, baik lingkungan nyata maupun di internet. (Foto: Mikayla Mallek/Unsplash.com)

Jakarta: Anak bisa mendapat pengaruh dari mana saja, baik lingkungan nyata maupun di internet. Tekait tugas orang tua dalam menjaga anak, tetapi perlukah hingga memantau aktivitas dunia maya mereka?

“Keamanan anak Anda adalah faktor utama,” kata Scott Steinberg, ahli teknologi keluarga dan penulis The Modern Parent's Guide to Facebook and Social Networks.

"Anda tidak boleh berlebihan dan memantau semua yang mereka lakukan, tetapi sebagai orang tua Anda harus selalu mengawasi aktivitas daring mereka. Beri tahu mereka sama seperti Anda tidak akan membiarkan mereka pergi ke pesta sampai jam 3 pagi tanpa mengeceknya, terkadang Anda perlu tahu bahwa mereka baik-baik saja secara daring."

Cara paling sederhana untuk melihat apa yang dilakukan anak Anda adalah menelusuri riwayat peramban mereka untuk melihat situs apa yang telah mereka lihat, istilah penelusuran apa yang telah mereka masukkan, dan buku serta blog apa yang mereka baca. 

Satu-satunya halangan adalah bahwa ada juga cara mudah untuk menghapus riwayat Anda.


(Cara paling sederhana untuk melihat apa yang dilakukan anak Anda adalah menelusuri riwayat peramban mereka untuk melihat situs apa yang telah mereka lihat. Foto: Elijah Sharpe/Unsplash.com)

(Baca juga: Cara Menjauhkan Anak-Anak dari Gadget Anda)

"Jika Anda khawatir bahwa anak membersihkan riwayat peramban setelah setiap pencarian, ada langkah proaktif lain yang dapat Anda ambil," ujar Steinberg. 

Salah satu caranya adalah memasang perangkat lunak yang mencatat semua yang dimasukkan, dikunjungi, diunduh, dan dilihat di perangkat. Program-program tersebut juga dapat mengambil foto (snapshot) secara berkala dari layar atau menandai kata-kata spesifik yang mengkhawatirkan Anda, seperti "bunuh diri."

Namun, Steinberg tahu bahwa cara tersebut tak bisa terus dilakukan. "Remaja cerdas, dan anak cerdas selalu dapat menemukan jalan lain," katanya. 

Dalam hal ini, saran Steinberg tidak ada hubungannya dengan teknologi; "Anda harus waspada dan sadar akan apa yang terjadi dalam kehidupan nyata mereka," katanya. 

Ia menyarankan agar orang tua terus mengajak berkomunikasi dan tetap waspada terhadap tanda-tanda peringatan depresi, seperti isolasi sosial, agresi, penurunan nilai, hilangnya minat dalam kegiatan yang biasa mereka nikmati, dan meningkatnya kecemasan.





(TIN)