Aman dan Ramah, Alasan Orang Indonesia Melanjutkan Studi ke Selandia Baru

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 16 Jun 2017 14:01 WIB
pendidikan
Aman dan Ramah, Alasan Orang Indonesia Melanjutkan Studi ke Selandia Baru
Menurut Karmela Christy selaku Manager Pemasaran dan Hubungan Strategis ENZ, jurusan bisnis dan manajemen adalah jurusan yang paling top bagi pelajar dari Indonesia. (Foto: Newzealand.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Tak sedikit pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan bangku kuliah di luar negeri. Bagi mereka yang tak ingin terlalu jauh, Selandia Baru bisa dijadikan sebagai pilihan dalam mengenyam pendidikan.

Data dari Education New Zealand (ENZ) menyebutkan bahwa terjadi peningkatan hingga 43 persen untuk jumlah orang Indonesia yang memilih berkuliah di Selandia Baru, dibandingkan tahun lalu.

"Alasan mereka ingin berkuliah di Selandia Baru adalah sistem edukasi yang berkualitas dan lingkungan yang aman dan ramah sehingga orangtua mereka percaya untuk menyekolahkan mereka," tukas Trevor Matheson selaku Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia dalam acara Think New New Zealand, Selasa (13/6/17) lalu.



Selandia Baru juga memiliki salah satu sistem pendidikan terbaik di dunia, yaitu NCIA dengan delapan universitas yang semuanya masuk dalam Top 500 QS World University Rankings tahun 2017.

Menurut Karmela Christy selaku Manager Pemasaran dan Hubungan Strategis ENZ, jurusan bisnis dan manajemen adalah jurusan yang paling top bagi pelajar dari Indonesia. 

Sementara, kota yang menjadi favorit untuk menjadi kota studi adalah Auckland yang merupakan salah satu kota terbesar di negara tersebut. 

"Tapi sekarang jurusan pariwisata dan kuliner juga mulai mengalami peningkatan peminat dimana kampus yang disasar adalah Le Cordon Bleu di Wellington," ungkapnya pada kesempatan yang sama.

(Baca juga: RI-Selandia Baru Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan)

Di samping akademis, para pelajar internasional di Selandia Baru juga dilatih untuk mengembangkan ide kreatif yang nantinya akan menunjang karier mereka di kemudian hari.

Selain itu, mahasiswa internasional juga diperbolehkan kerja paruh waktu selama masa belajar yaitu 20 jam per minggu dan 40 jam saat masa liburan, cukup berbeda dengan beberapa negara yang tidak mengizinkan hal tersebut. 



Jenis pekerjaan yang ditawarkan pun sesuai dan relevan dengan bidang yang tengah mereka pelajari agar bisa mengemabangkan keterampilan yang dimiliki.

"Gaji yang ditawarkan juga sesuai dengan UMR di Selandia Baru, yaitu rata-rata NZD 12 - 15 per jam," tambah Karmela.

Selandia Baru juga menawarkan visa kerja pasca studi bagi mahasiswa yang mengajukan magang atau pekerjaaan di bidang studi pilihan dengan jangka waktu satu tahun setelah kelulusan. 







(TIN)