Strategi Cerdas Hadapi Anak Pemilih Teman

Yatin Suleha    •    Senin, 21 Nov 2016 13:38 WIB
perkembangan anak
Strategi Cerdas Hadapi Anak Pemilih Teman
Sebuah studi yang diterbitkan di Child Development memaparkan bahwa anak-anak balita memang biasanya tidak pilih-pilih dengan siapa mereka mau bermain. (Foto: Proadviser)

Metrotvnews.com, Jakarta: Untuk si kecil yang sudah berusia 4-6 (TK) biasanya sudah mulai mengetahui mana teman sepermainannya. Dan jika ada yang tidak ia sukai atau ia merupakan pihak yang tidak disukai, kejadian "pilih-pilih" teman bisa terjadi.

Sebuah studi yang diterbitkan di Child Development memaparkan bahwa anak-anak balita memang biasanya tidak pilih-pilih dengan siapa mereka mau bermain, tetapi ketika menginjak usia prasekolah dan TK, mereka mulai belajar tentang suka dan tidak suka.

(Baca juga: Cara Kerja Musik dan Tari dalam Perkembangan Otak Anak)

Saat ini mereka juga sudah tahu bahwa mereka bisa mengendalikan anak lain dengan kata-katanya. Dan jika 3 anak perempuan berkumpul, studi tersebut menyebutkan bahwa ini terlalu banyak. Dan disebutkan juga bahwa anak perempuan 3-5 tahun cenderung lebih suka bermain berdua, sementara anak laki-laki lebih suka bermain berkelompok.

Cara menyiasati
Ketika anak terlihat bermain dengan dua orang atau lebih, arahkan ia untuk mampu mengajak kelompoknya mencairkan suasana dengan permainan petak-umpet misalnya. 

Kegiatan terstruktur semacam ini biasanya akan mengarah menjadi lebih alami, atau temukan anak yang punya hobi sama, misalnya mewarnai gambar bersama.







(TIN)