Jumlah Remaja Perempuan yang Menyakiti Diri Sendiri Meningkat

Raka Lestari    •    Kamis, 07 Dec 2017 19:10 WIB
survei
Jumlah Remaja Perempuan yang Menyakiti Diri Sendiri Meningkat
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Berdasarkan penelitian terbaru, semakin banyak remaja perempuan harus masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) karena menyakiti diri sendiri, terutama pada remaja perempuan berusia 10 - 14 tahun.

Studi yang diterbitkan pada Journal of the American Medical Association (JAMA) menganalisis jumlah antar remaja berusia 10-24 tahun yang menyaikiti diri sendiri antara periode 2001 hingga 2015.

Berdasarkan data, jumlah laki-laki yang menyakiti diri sendiri cenderung stabil dari tahun ke tahun sedangkan pada perempuan yang masih remaja dan dewasa jumlahnya meningkat secara drastis.

Studi tersebut menemukan jumlah remaja perempuan yang harus masuk ke ruang gawat darurat karena kasus menyakiti diri sendiri meningkat dari rata-rata 245 per 100.000 pada tahun 2001 menjadi 434 per 100.000 pada 2015. Kira-kira kenaikan 8,4 persen setiap tahunnya.

"Bunuh diri dapat dicegah," ujar Melissa C. Mercado, peneliti dari US Centers for Disease Control and Prevention kepada CNN.

"Temuan ini menggarisbawahi perlunya penerapan strategi pencegahan bunuh diri."

Mercado mengatakan kepada CNN  bahwa strategi yang telah terbukti untuk mengurangi keinginan bunuh diri di kalangan kaum muda meliputi, mempeketat akses dan mencegah untuk melakukan bunuh diri, menciptakan lingkungan yang aman, memperbanyak sosialisasi dengan teman-teman, mengajarkan keterampilan mengatasi masalah dan pemecahan masalah, mengidentifikasi dan memberikan dukungan pada remaja yang memiliki risiko untuk melakukan bunuh diri.




(DEV)