SD Gemala Ananda Berkampanye Selamatkan Lagu Anak-anak Indonesia

Cecylia Rura    •    Kamis, 23 Nov 2017 12:47 WIB
pendidikan
SD Gemala Ananda Berkampanye Selamatkan Lagu Anak-anak Indonesia
Siswa SD Gemala Ananda bernyanyi dalam kegiatan kampanye selamatkan lagu anak Indonesia di Pacific Place, Jakarta, Rabu malam, 22 November 2017, MTVN - Cecylia

Jakarta: Lagu anak-anak Indonesia perlu diselamatkan. Sebab, lagu bertema kehidupan anak-anak justru berperan dalam tumbuh kembang generasi muda. Lantaran itu Sekolah Dasar Gemala Ananda bekerja sama dengan pusat kebudayaan Amerika di Indonesia, @america, mengampanyekan upaya menyelamatkan lagu anak-anak.

Kampanye itu disuarakan dalam diskusi yang berlangsung di Pacific Place Mall, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu malam, 22 November 2017. Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Triawan Munaf hadir dalam acara tersebut.

"Kreativitas berawal dari anak-anak. Jadi harus kita tumbuhkan dari anak-anak. Tentu, menumbuhkan kreativitas sesuai dengan usianya," kata Triawan saat menjadi pembicara dalam kegiatan tersebut.

Triawan mengaku tumbuh kembang anak masa kini terpapar lagu-lagu berlirik dewasa. Tentunya, itu tak sesuai dengan usia mereka.

Beberapa dekade terakhir, eksistensi lagu anak-anak menjadi langka. Lantaran itu, ujar Triawan, Presiden RI Joko Widodo memberikan perhatian besar pada musik dan lagu anak-anak.

Selain Triawan, kegiatan bertajuk "Building the Next Great Creative Generation with Music and Children's Songs" itu dihadiri Kepala SD Gemala Ananda Jasmin Jasin dan guru sekolah musik Gemala Ananda Benny Pospos. Penabuh drum band D'Masiv, Wahyu, juga hadir dalam acara itu.

Dalam kegiatan tersebut, siswa Gemala Ananda bernyanyi bersama. Mereka kompak mengenakan baseball jacket berwarna peach dan hijau tosca. Mereka memainkan alat musik berbahan daur ulang.

"Dengan menggabungkan benda-benda ini (ember, panci, gentong, stik drum) kami bisa menghasilkan musik," kata seorang anak di panggung sebelum memimpin teman-temannya untuk memainkan musik.

Musikalisasi kolaboritmik dilanjutkan dengan nyanyian daerah dari Batak berjudul Sonang Ni Mar Margala (Senangnya Bermain Margala) dan lagu daerah Papua Nenahayek (Papua Bergembira). Lagu ABC juga sempat dimainkan dengan aransemen apik diiringi petikan bass, keyboard, dan cajon sebelum memasuki acara selanjutnya yakni bincang-bincang seputar musik anak Indonesia. Selain mengampanyekan penyelamatan musik anak Indonesia, acara ini diselenggarakan untuk memeringati Universal Children's Day (Hari Anak-anak Sedunia) yang jatuh pada 20 November.


(RRN)