Tak Selamanya Menunda Bulan Madu itu Buruk

Raka Lestari    •    Minggu, 06 Jan 2019 14:12 WIB
pernikahankeluarga
Tak Selamanya Menunda Bulan Madu itu Buruk
Bulan madu juga harus dilakukan dalam keadaan yang tak stres (Foto Ilustrasi: Benjamin Jespersen/Unsplash.com)

Jakarta: Salah satu momen yang mungkin tidak terlupakan ketika merencanakan pernikahan adalah perjalanan bulan madu. Secara tradisional, bulan madu dimaksudkan sebagai waktu santai bagi Anda untuk saling mengenal dengan pasangan baru Anda.

Tetapi apakah Anda harus pergi berbulan madu tepat setelah pernikahan Anda? Setelah pengalaman perencanaan pernikahan yang cukup melelahkan dan benar melaksanakan pernikahan, Anda mungkin tidak ingin langsung bepergian.

Ada begitu banyak aspek pernikahan yang berakar pada tradisi, tetapi sebaiknya Anda memilih tradisi mana yang harus diikuti dan tradisi mana yang sebaiknya tidak dilakukan.

Justina Michaels, pemilik dan perencana utama Fitting Fêtes, sebuah perusahaan perencanaan pernikahan di New York mengatakan, akhir-akhir ini banyak pasangan memilih menunggu untuk pergi berbulan madu.

Anda mungkin berpikir bahwa menunda bulan madu bisa menjadi pertanda buruk, tetapi Michaels menganggap banyak alasan untuk bersabar menunggu momen spesial itu.

"Ada banyak alasan mengapa menunggu berbulan madu sebenarnya merupakan pertanda hubungan yang sehat dan jauh lebih masuk akal daripada memilih untuk melakukannya segera setelah pernikahan," ujar Michaels.

Alasan yang paling mungkin Anda pilih untuk menunda perjalanan Anda adalah karena uang, sayang.

"Pernikahan itu mahal dan seringkali ada sedikit dana yang tersisa untuk pergi berlibur yang tepat. Kebanyakan orang bermimpi pergi ke suatu tempat yang eksotis atau jauh untuk berbulan madu dan menjadikannya sebagai kesempatan untuk menemukan tempat yang mungkin tidak pernah mereka kunjungi lagi. Sulit untuk melakukannya jika uangnya terbatas," terang Michaels.

Alasan umum lain untuk menunda bulan madu Anda adalah karena jadwal kerja Anda. Meskipun sebagian besar pernikahan berlangsung selama akhir pekan, kemungkinan Anda harus mengambil cuti setidaknya beberapa hari untuk sepenuhnya menikmati hari besar Anda.

"Saya melihat banyak pasangan mengambil minggu libur pernikahan mereka sehingga mengambil cuti tambahan dari pekerjaan mungkin bukan merupakan pilihan untuk satu atau kedua pasangan. Sangat umum untuk menunggu sampai Anda berdua punya cukup waktu untuk pergi bekerja tanpa menyebabkan stres tambahan pada salah satu pekerjaan Anda," sambung Michaels.

Alasan ini sangat masuk akal. Mengingat bulan madu dimaksudkan sebagai momen menyenangkan dan santai. Tak menambah stres dalam hidup Anda.

Peran Keluarga dalam Menangkal Diabetes



(FIR)