Merendahkan Pasangan Jadi Penyebab Utama Perceraian

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 28 Nov 2017 17:58 WIB
keluarga
Merendahkan Pasangan Jadi Penyebab Utama Perceraian
Membuat pasangan merasa direndahkan atau tak berharga adalah penyebab nomer satu perpisahan. (Foto: Independent)

Jakarta: Angka perceraian semakin tinggi di berbagai negara. Seorang profesor mencari tahu dan menemukan akar dari permasalahan tersebut. Jawabannya ialah perasaan merendahkan.

Dr John Gottman kerap memprediksi penyebab perceraian dengan 90 persen diantaranya akurat. Ia mengungkapkan bahwa membuat pasangan merasa direndahkan atau tak berharga adalah penyebab nomer satu perpisahan.

Disamping kritik, pembelaan diri, dan hati yang keras, Gotyman mengungkapkan bahwa perasaan merendahkan adalah yang paling merusak dan itu adalah cara yang paling kurang ajar.

Beberapa contoh perilaku tersebut adalah tak hormat dan memaki pasangan dengan sarkasme, humor permusuhan, mengejek nama, dan bahasa tubuh seperti memutar bola mata dan mencibir.

"Ketika rasa merendahkan mulai memengaruhi hubungan, Anda akan melupakan semua sisi positif pasangan, setidaknya saat Anda sedang marah," tulis Gottman dan buku karangannya Why Marriages Succeed or Fail.

Ia melanjutkan, Anda tak bisa mengingat satu pun kualitas atau perilaku positif pasangan. "Menurunnya rasa kagum menjadi alasan utama mengapa penghinaan seharusnya dilarang dalam interaksi pernikahan."

Namun, Gottman menemukan cara untuk mengembalikan pola buruk tersebut sebelum terlambat, yaitu membangun kembali kegembiraan dan kekaguman pada satu sama lain. Beberapa caranya adalah dengan mengenang masa-masa indah terdahulu, mengingat bagaimana rasanya jatuh cinta pada pasangan, dan bagaiaman ketika pertama kali bertemu.

Dengan demikian, rasa sakit hati dan perasaan negatif yang telah terakumulasi selama bertahun-tahun tergantikan oleh rasa persahabatan dan menghormati satu sama lain.

Selain itu, konseling hubungan juga bisa membantu mengurangi rasa kebencian pada pasangan. 




(DEV)